Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: MI/Ramdani
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: MI/Ramdani

Istana Bantah Mahar Rp500 Miliar untuk Jadi Menteri

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Damar Iradat • 25 November 2019 15:13
Jakarta: Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humprey Djemat, menuding calon menteri harus menyetor Rp500 miliar ke partai politik untuk masuk Kabinet Indonesia Maju. Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah tudingan yang tidak logis tersebut.
 
"Kita semua tahu dalam proses penentuan menteri, Presiden yang memilih sangat hati-hati," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Presiden juga tidak menyetujui semua nama calon menteri yang diusulkan partai politik. Bahkan, Presiden tak ragu menolak orang-orang yang dianggap baik dan kredibel menjadi menteri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga dengan demikian isu itu (bayar Rp500 miliar untuk jadi menteri) yang pasti tidak akan bisa dibuktikan," tuturnya.
 
Pramono menyangsikan ada pihak yang berani mengeluarkan Rp500 miliar hanya untuk menjadi menteri. Ia juga tidak yakin semua calon menteri punya uang hingga setengah triliun.
 
Menurut dia, mengeluarkan uang sebanyak itu tidak sepadan dengan jabatan menteri. Apalagi, gaji menteri tidak mencapai Rp100 juta.
 
"Untuk apa kasih uang Rp500 miliar hanya sekadar jadi menteri. Kan ini secara logika juga tidak masuk akal. Menteri gajinya enggak sampai Rp100 juta. Bagaimana bisa uang dengan sejumlah itu dikeluarkan," jelas Pramono.
 
Politikus PDI Perjuangan itu juga yakin Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan langsung bergerak bila menemukan transaksi hingga Rp500 miliar. Transaksi tersebut sangat mudah dilacak aparat hukum.
 
"Sekarang ini uang di atas Rp100 juta saja sudah sangat gampang dilacak, baik oleh PPATK, KPK, kejakasaan, kepolisian," pungkasnya.
 
Humphrey mengungkapkan ada calon menteri yang gagal dilantik karena menolak memberikan mahar politik Rp500 miliar kepada salah satu partai politik. Menurut dia, sosok calon menteri tersebut memegang teguh profesionalitas dan hati nurani.
 
"Saya mendengar ada seorang calon menteri pilihan Pak Jokowi berasal dari kalangan profesional, namun diendors partai harus berkontribusi Rp500 miliar selama masa jabatannya," kata Humhprey di Jakarta, Minggu, 24 November 2019.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif