idham aziz saat menjadi Kapolda Metro Jaya.
idham aziz saat menjadi Kapolda Metro Jaya.

Pilihan Presiden Soal Kapolri Dinilai Tepat

Nasional
Medcom • 24 Oktober 2019 10:00
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR RI. Dia akan menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang dipercaya menjadi Menteri Dalam Negeri.
 
Pengamat politik, hukum dan keamanan Rr. Dewinta Pringgodani menilai langkah Presiden Jokowi menjadikan Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri sudah tepat.
 
"Presiden memiliki hak prerogatif. Saya rasa Komjen Idham pilihan yang tepat," kata Dewinta, Kamis 24 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, Idham salah satu perwira tinggi (Pati) yang memiliki karir cemerlang. Idham pernah menempati berbagai jabatan strategis di Korps Bahayangkara.
 
"Dia punya latar belakang reserse dan anti teror. Sering dilibatkan dalam tim satuan tugas untuk mengungkap perkara-perkara yang menjadi sorotan publik," katanya.
 
Dia mengungkapkan, Idham ikut menumpas otak bom Bali Azhari di Batu, Malang pada 2005. Saat itu, Idham menjabat Kepala Unit Riksa Subden Investigasi Densus Polri.
 
Menurutnya, Idham juga kerap kerja bareng Tito Karnavian dan tim lain di antaranya Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel dan lainnya.
 
"Beliau-beliau ini mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu Jenderal Sutanto,” ucap Dewinta.
 
Dewi lalu menjelaskan, usai melumpuhkan Dr Azhari pada 9 November 2005, Idham kembali mendampingi Tito terbang ke Poso, Sulawesi Tengah untuk menuntaskan kasus berbau SARA dengan korban mutilasi tiga gadis.
 
"Dia juga ikut menumpas dua teroris kelompok Santoso di Poso. Saat itu, Idham menjabat Kapolda Sulawesi Tengah," kata Dewinta.
 
Prestasi lain Idham adalah saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kala itu Idham berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada 9 Januari 2010.
 
"Saat jadi Kapolda Metro Jaya, dia mengungkap kasus penyeludupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan 1 ton sabu-sabu dari Taiwan di Anyer, Banten," ujar Dewinta.
 
Catatan Dewinta lainnya, Idham terlibat juga dalam Operasi Camar Maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso pada awal tahun 2015.
 
"Jadi menurut saya, Idham Azis layak menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian,” tutup Dewinta.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif