Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo. Foto: ANT
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo. Foto: ANT

Jangan Berasumsi Gerindra Gabung Pemerintah

Nasional kabinet jokowi presiden jokowi
Desi Angriani • 11 Oktober 2019 13:34
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo enggan mengaitkan pertemuan Ketua Umum Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo bakal membahas sikap partai. Gerindra disebut-sebut bakal merapat ke pemerintahan.
 
"Ah enggaklah, jangan berasumsi," kata Edhy di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Edhy belum mau mengungkap maksud pertemuan kedua pejabat negara itu. Dia memastikan semuanya bakal dijelaskan setelah pertemuan nanti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keduanya dijadwalkan bertemu pada pukul 15.00 WIB. Edhy menyebut Jokowi mengundang Prabowo.
 
Desas-desus bergabungnya Partai Gerindra ke kabinet semakin mencuat. Partai Gerindra disebut menyiapkan tiga kader sebagai calon menteri. Isu itu pertama kali disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono.
 
"Ya sepertinya kita memang akan minta tiga posisi kementerian di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tapi semua itu bergantung dengan Presiden Joko Widodo yang punya hak menyusun kabinet," kata Puyono, Jumat, 4 Oktober 2019.
 
Tiga nama kader Partai Gerindra yang digadang-gadang masuk kabinet adalah Waketum Gerindra Edhy Prabowo, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Sandiaga Uno.
 
Partai Gerindra juga menawarkan konsep visi dan misi pembangunan kepada pemerintahan Joko Widodo lima tahun ke depan. Gerindra ingin konsep itu satu paket bersamaan dengan penempatan kadernya di kabinet.
 
"Pertama memang supaya sukses konsepnya bisa direalisasikan janji kampanyenya kepada konstituen, tentunya kita akan meminta kebijakan dari Presiden untuk bisa menempatkan kadernya di posisi itu," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Dasco tak masalah bila pada akhirnya Gerindra tak bergabung ke kabinet. Namun, dia berharap konsep tetap ditiru dan dipublikasi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif