Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kiri). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kiri). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Pimpinan DPR Tak Menjamin Pembentukan Pansus Jiwasraya Berjalan Mulus

Nasional Jiwasraya
Antara • 10 Februari 2020 08:48
Jakarta: Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Azis Syamsuddin, menyebut proses pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Jiwasraya sangat panjang. Dia tak menjamin proses pembentukan pansus berjalan mulus.
 
“Ya, tidak ada jaminan proses (pembentukan Pansus) akan berjalan cepat dan mulus. Kita tidak bisa berasumsi lebih dulu. Kita ikuti saja prosesnya berjalan. Apalagi ini usulan baru masuk kemarin, jadi tentu masih dalam proses administrasi Sekjen DPR,” kata Azis di Jakarta, Minggu, 9 Februari 2020.
 
Aziz menjelaskan pembentukan pansus yang diusulkan Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah diterima Sekretariat Jenderal DPR dan akan diproses secara administrasi. Materi usulan itu akan diagendakan dan dirapatkan di Rapat Pimpinan untuk diputuskan di dalam Badan Musyawarah DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah itu, usulan akan dibacakan di dalam Rapat Paripurna DPR sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi. “Jadi belum ada jaminan akan dibacakan dalam forum Rapat Paripurna terdekat,” ujar Azis.
 
Pimpinan DPR Tak Menjamin Pembentukan Pansus Jiwasraya Berjalan Mulus
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
 
Azis mengingatkan Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya di tingkat komisi sudah terbentuk, yakni panja di Komisi III, Komisi VI, dan Komisis XI. Mereka akan bekerja untuk membahas masalah yang sama.
 
“Sebaiknya kita tunggu perkembangan dan hasil rapat di tingkat panja itu dulu, supaya tidak terjadi saling tumpang tindih penanganan masalah. Kita tidak bisa terburu-buru, karena semua ada mekanisme dan telah diatur prosedurnya,” ujar Azis.
 
Dia mengaku akan terus memantau perkembangan masalah ini di Parlemen. Secara mekanisme, jelas dia, tidak boleh ada tumpang tindih penanganan masalah. Misalnya, ada usulan pembentukan pansus saat panja masih bekerja.
 
"Seharusnya, biarkan saja terlebih dahulu panja bekerja sampai tuntas dan mengambil kesimpulan, kemudian hasil kerjanya di follow up dalam proses yang selanjutnya di Rapim dan Bamus, untuk kemudian sampai dibacakan di sidang paripurna,” ujar Azis.
 
Pada tingkat rapat di Bamus semua masukan akan didengar dan dipertimbangkan untuk mengambil keputusan, apakah usulan pembentukan pansus perlu diagendakan dalam rapat paripurna terdekat atau tidak.
 
“Ya di Bamus dan Rapim, semua masukan kita pertimbangkan, apa perlu usulan dibawa ke sidang paripurna atau tidak. Di Rapat paripurna yang akan memutuskan pembentukan Pansus atau tidak. Mekanismenya begitu. Jadi semua perlu proses dan menghormati aturan main di parlemen,” ujar Azis.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif