Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Belum Seirama

Nasional reshuffle kabinet Virus Korona
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Agustus 2020 11:19
Jakarta: Koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah menangani virus korona (covid-19) dinilai belum seirama. Kesatuan visi diyakini dapat mempercepat penanganan virus berbahaya itu.
 
“Sinergitas memang masih kurang dan komunikasi agak lemah,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie kepada Medcom.id, Sabtu, 22 Agustus 2020.
 
Jerry mencontohkan Tegal dan Papua yang menerapkan lockdown. Namun, kata Jerry, pemerintah pusat tidak melaksanakan lockdown.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai pembenahan koordinasi harus dimulai dari kabinet. Presiden Joko Widodo harus didukung menteri yang gesit bekerja.
 
“Itu sebabnya harus orang yang tepat atau right man in the right place. Jangan salah menempatkan orang,” ujar dia.
 
Menurut Jerry, reshuffle kabinet sangat diperlukan. Hal ini mengingat Jokowi ingin ekonomi Indonesia tetap stabil sambil memprioritaskan kesehatan masyarakat.
 
“Negara tetangga sudah resesi. Jadi perlu adanya rotasi (kabinet),” ucap Jerry.
 
Baca: Istana: Tak Ada Reshuffle Setelah Pergantian Panglima TNI
 
Dia menyebut menteri pengganti harus bebas dari kepentingan politik. Dengan begitu, pembantu Jokowi fokus bekerja sesuai arahan Kepala Negara.
 
“Perlu orang yang berkompeten dan berpengalaman melewati krisis. Jadi mengerti manajemen krisis dan punya fighting spirit yang tinggi,” tegas Jerry.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif