Pratikno Menteri Sekretaris Negara Kabinet Kerja Jokowi-JK--MI/Panca Syurkani
Pratikno Menteri Sekretaris Negara Kabinet Kerja Jokowi-JK--MI/Panca Syurkani

Pemerintah Berencana Buka Sejumlah Sektor Usaha

Nasional Virus Korona presiden jokowi
Candra Yuri Nuralam • 20 Mei 2020 09:37
Jakarta: Presiden Joko Widodo berencana membuka beberapa sektor usaha. Jokowi ingin masyarakat tetap beraktivitas di tengah wabah virus korona (covid-19).
 
"Berangsur-angsur bisa dibuka kembali, tentu dengan cara yang aman dari covid-19 agar tidak menimbulkan risiko meledaknya wabah. Contoh restoran bisa mulai dibuka tapi isinya mungkin hanya 50 persen. Jarak antarkursi dan meja diperlonggar," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Pratikno mengakui korona membuat penurunan pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar. Hal ini disebabkan aktivitas masyarakat yang turun sehingga membuat retribusi tidak bisa dipungut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada yang menurun separuh, ada yang menurun 30 persen," ujar Pratikno.
 
Pemerintah tak bisa membiarkan hal ini terus terjadi. Sebab, nasib masyarakat akan memburuk jika tidak bekerja dalam waktu lama. Namun, kata Pratikno, keinginan Jokowi untuk beraktivitas di tengah covid-19 bukan berarti melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
 
"Belum (longgarkan PSBB) kita masih melihat angka dan fakta di lapangan. Intinya harus sangat hati-hati. Juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini, yang terkena PHK, yang tidak berpenghasilan lagi, kita ingin masyarakat produktif dan aman di tengah covid-19," ucap Pratikno.
 
Baca: Pemerintah Dinilai Gegabah Wacanakan Relaksasi PSBB
 
Pratikno mengatakan keinginan ini berpatok dengan informasi WHO yang menyebut virus tersebut tak akan bisa hilang meski kurva melandai. Masyarakat harus bisa membiasakan diri beraktivitas di tengah wabah mulai saat ini.
 
"Tidak menyerah (dengan covid-19), tapi menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan yang ketat dilaksanakan. Ini bukan dilema. Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah. Itu keniscayaan," ujar Pratikno.
 
Masyarakat boleh bekerja dengan membiasakan tatanan hidup baru. Protokol kesehatan harus tetap jadi nomor satu.
 
"Artinya kehidupan masyarakat berjalan, tapi juga harus bisa menghindarkan diri dari covid-19 dengan cara cuci tangan setelah beraktivitas, jaga jarak yang aman, dan pakai masker," ucap Pratikno.
 
Protokol kesehatan perlu diperketat dalam beraktivitas untuk menjaga adanya gelombang kedua virus korona. Pemerintah akan terus mengevaluasi perkembangan kasus setiap harinya sebelum memberi restu pembukaan sektor usaha.
 
"Akan kita putuskan setelah melihat fakta-fakta lapangan dan angka-angka dari kurva positif korona, kurva yang sembuh, dan kurva yang wafat," tegas Pratikno.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif