Sembako dari pemerintah pusat. ANT/Sigid Kurniawan
Sembako dari pemerintah pusat. ANT/Sigid Kurniawan

Kemensos 'Angkat Tangan' Data Penerima Bansos di Daerah Banyak Keliru

Nasional Virus Korona
Candra Yuri Nuralam • 16 Mei 2020 00:47
Jakarta: Kementerian Sosial tidak mendata seluruh penerima bantuan sosial (bansos) terdampak covid-19 (korona). Data penerima bansos diserahkan ke pemerintah daerah lantaran dinilai lebih mengetahui masyarakat terdampak ketimbang pemerintah pusat.
 
"Jadi kalau ada ketidaktepatan dari daerah ya itu kesalahan dari daerah. Kami koordinasinya dengan dinas sosial setempat," ujar Kasubdit Pemantauan dan Penyidikan Kemensos, Ani Iriani Freeyanti, dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Namun, Ani memastikan Kemensos akan menghubungi dinas sosial setempat bila ditemukan pemberian bansos tidak tepat sasaran. Dia menyebut pemberian bantuan diutamakan untuk masyarakat terdampak covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seluruh data program Kemensos baik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan untuk masyarakat terdampak pandemi virus korona.
 
(Baca: Mensos Akui Data Penerima Bantuan Tak Sempurna)
 
"Sekarang semuanya konsentrasinya menyasar masyarakat terdampak covid-19. Jadi, data itu semuanya sebenarnya datang dari daerah yang kami himpun dari DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), data itu dari pemerintah daerah," tutur Ani.
 
Pemerintah mengakui data bantuan sosial selama pandemi virus korona belum sempurna. Kementerian Sosial berjanji memperbaiki data sebelum penyaluran tahap kedua.
 
“Kami sadar tahap pertama masih ada data yang tumpang tindih. Tahap kedua dengan koordinasi lebih baik bisa teratasi lebih baik,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Juliari menyebut pemerintah bakal terus memperbarui data dari seluruh pemerintah daerah. Pemerintah pusat juga akan memasukkan penerima bansos tahap pertama yang belum mendapat bantuan di tahap kedua.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif