Potensi Kecurangan di Luar Negeri Dijamin Minim

Faisal Abdalla 12 Juli 2018 19:22 WIB
pemilu serentak 2019
Potensi Kecurangan di Luar Negeri Dijamin Minim
Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin potensi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri minim. Sistem data pemilih (sidalih) sudah disediakan untuk mencegah hal tersebut. 

"Kita akan sinkronkan datanya melalui sidalih. Jadi di luar negeri dan dalam negeri terkait potensi kegandaan, sampai teknis pemilihan, karena di luar negeri itu dimungkinkan dilakukan early voting, pemungutan suara lebih awal," kata Komisioner KPU Viryan di Jakarta, Kamis 12 Juli 2018. 

Menurut dia, meski WNI di luar negeri melaksanakan pemilu lebih awal, mereka tak bisa lagi menggunakan hak pilihnya di dalam negeri. WNI yang telah menggunakan hak suara di luar negeri akan langsung terdata di sistem KPU. 


"Katakanlah di suatu negara ada perwakilan kita ada 1.000 pemilih. Setelah menggunakan hak pilihnya, bisa dikirim yang menggunakan siapa saja di-detect," ungkap dia. 

Baca: Parpol Diminta Efektifkan Waktu Pendaftaran Bacaleg

Viryan mengatakan KPU akan menjalankan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk mengantisipasi data ganda. Dengan begitu, pemilih yang berpindah tempat juga akan terdeteksi oleh sidalih. 

KPU, kata dia, akan menggencarkan kegiatan coklit di luar negeri. Hal ini untuk memastikan pemilih di luar negeri masuk daftar pemilih. 

"Kalau gaung kegiatan ini sudah berjalan, maka kami akan melakukan sosialisasi terkait pindah memilih salah satunya lewat sidalih yang akan mendeteksi pemilih tersebut," jelas dia.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id