Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

TKN Nilai Pernyataan Wiranto Sebatas Peringatan

Nasional hoax
Whisnu Mardiansyah • 21 Maret 2019 21:18
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate menilai ucapan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto hanya peringatan. Masyarakat diminta tak main-main dengan berita bohong atau hoaks.
 
"Bisa dijerat dengan undang-undang yang cukup berat (penyebar hoaks) dampak hukumnya itu yang diingatkan oleh Pak Wiranto," kata Johnny di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Adapun terkait pernyataan pelaku penyebar hoaks bisa dijerat UU Terorisme, Johnny belum bisa berkomentar. Implentasi UU tindak pidana sepenuhnya menjadi kewenangan jaksa dan hakim di persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hakim yang memutuskan salah dan benar. Kita yang lain semuanya bukan hakim dan bukan jaksa sedangkan pemerintah menyampaikan pada rakyat hati-hati karena ada UU yang memungkinkan yang mereka tidak saja kekhilafan biasa," terang Johnny.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani tak sepakat pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang menyebut pelaku penyebar hoaks bisa dijerat UU Terorisme. Menurutnya, hal ini bisa berpotensi terjadi penyalahgunaan kekuasaan.
 
"Jadi kalau hoaks digunakan dengan undang-undang lain itu berpotensi melakukan pelanggaran dan penyalahgunaan kekuasaan," kata Muzani di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 21 Maret 2019.
 
Menurut Muzani pernyataan Menkopolhukam Wiranto keliru. Bagaimana bisa UU tindak pidana tertentu diterapkan untuk menjerat tindak pidana lainnya yang hanya berdasarkan tafsiran dan persepsi.
 
"Undang-undang terorisme adalah undang-undang yang dimaksudkan untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan terorisme Bagaimana mungkin undang-undang terorisme akan digunakan misalnya terhadap pencurian," ujar Muzani.
 
Baca:Penyebar Hoaks Tak Bisa Dijerat dengan UU Terorisme
 
Sebelumnya, Wiranto geram dengan marak dan masifnya penyebaran berita bohong atau hoaks. Ia menilai pelaku penyebar hoaks tak ubahnya seperti teroris yang sama menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat.
 
"Terorisme itu kan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Kalau masyarakat diancam dengan hoaks untuk tidak ke TPS, itu sudah terorisme," ujar Wiranto usai memimpin rapat koordinasi persiapan keamanan kampanye terbuka Pemilu 2019 di kantornya kemarin Rabu, 20 Maret 2019.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif