Fit and Proper Test Wagub DKI Berbeda dari Kesepakatan

Nur Azizah 21 November 2018 16:33 WIB
Pengganti Sandiaga Uno
<i>Fit and Proper Test</i> Wagub DKI Berbeda dari Kesepakatan
Ilustrasi Pemilu - Medcom.id
Jakarta: Ketua Dewan Syariah DPW PKS DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi mengatakan mekanisme uji kelayakan dan kesepakatan Wakil Gubernur DKI yang diajukan Partai Gerindra berbeda dari kesepakatan awal. Perjanjian awal, uji kelayakan hanya diisi bincang-bincang dengan cawagub.

"Fit and proper kita ngobrol saja dengan cawagub, dengan begitu Pak Syakir (Ketua DPW PKS) hadir saat itu dan Gerindra setuju. Tapi belakangan, berkembangnya beda," kata Suhaimi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 21 November 2018.

Suhaimi menyampaikan, bila fit and proper test hanya sebatas bincang santai dengan cawagub, dia setuju. Kalau harus melalui mekanisme panjang, ia khawatir akan makan waktu.


"Pertemuan terakhir dengan Gerindra kita setuju ada fit and proper. Cuma bukan fit proper seperti pilih gubernur dan wagub. Tapi bincang internal dengan internal. Tidak heboh dan dipublish," tutur dia. 

(Baca juga: Kandidat Wagub DKI akan 'Dikuliti')

Lagi pula, lanjut dia, uji kelayakan dan kepatutan cawagub DKI tak diatur dalam undang-undang mana pun. Kendati begitu, ia tetap mengajukan dua calon untuk diikutkan dalam proses fit and proper test. 

Dua nama itu yakni Mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS Agung Yulianto. Sementara itu, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menegaskan uji kelayakan dan kepatutan merupakan mekanisme yang sudah ditetapkan oleh Partai Gerindra.

"Itu sudah ada di AD/ART Gerindra. Pak Sandi waktu pas daftar saja harus melewati itu," pungkas Taufik.

(Baca juga: Anies Minta Didoakan Cepat Dapat 'Pasangan')
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id