Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bantah dapat proyek dari ibu kota baru. Foto: Dok/Metro TV
Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bantah dapat proyek dari ibu kota baru. Foto: Dok/Metro TV

Diduga Dapat Cuan dari Proyek IKN Baru, Adik Prabowo: Bohong Besar!

MetroTV • 09 Februari 2022 13:01
Jakarta: Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo membantah terkait isu dirinya yang diduga akan mendapatkan keuntungan banyak dari proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur.
 
Hashim menyangkal dengan mengatakan hal tersebut adalah fitnah dan sebuah berita bohong. Sampai saat ini isu yang menyasar pada Prabowo Subianto dan keluarganya terkait pembangunan ibu kota negara sedang ditepis satu per satu.
 
Adik Prabowo Subianto sekaligus pemilik Arsari Group Hashim Djojohadikusumo menjelaskan, jika perusahaannya sudah memiliki tanah seluas 266.000 hektar di Kalimantan Timur sejak tahun 2007 dalam bentuk Hak Penguasaan Hutan (HPH).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga mengatakan bahwa di tahun 2013 lalu perusahaannya telah melepaskan 93.000 hektar lahan kepada masyarakat. Pada tahun 2016, perusahaannya juga melakukan reboisasi dan memiliki rencana untuk membangun proyek air bersih.
 
"Pemerintah seolah bagi-bagi proyek pada sejumlah petinggi negara supaya bisa meminta dukungan politik. Saya bisa katakan kalau itu kebohongan besar dan fitnah pada saya. Ini adalah proyek bersih untuk melayani kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur atas permintaan mereka juga," ujar pengusaha Hashim dalam program Metro Pagi Primetime, Rabu, 9 Februari 2022.
 
Berdasarkan data yang ada, proyek air bersih milik Hashim bernilai investasi US$330 juta yang rencananya akan dialirkan setidaknya ke lima daerah di Kalimantan Timur. Hashim mengungkapkan, hingga saat ini dirinya masih menunggu kepastian dari pemerintah terkait perusahaannya akan digandeng dalam pembangunan IKN atau tidak.
 
"Saya masih menunggu petunjuk pemerintah untuk mulai negosiasi dan kontrak off take agreement. Saya dengar bahwa pemerintah masih sedang menyusun beberapa turunan undang-undang IKN," ujar Hashim.
 
Tudingan yang melibatkan Prabowo serta orang dekatnya akan mendapatkan cuan dalam pembangunan IKN mulai bertebaran sejak bulan lalu. Salah satunya adalah pernyataan tegas dari ekonom Faisal Basri.
 
Selain itu, komentar negatif terhadap ketua umum partai Gerindra tersebut juga diungkapkan oleh mantan caleg PKS Edy Mulyadi yang kini tengah menghadapi proses hukum akibat kasus dugaan ujaran kebencian. (Leres Anbara)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif