Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Vaksinasi Harus Terus Digencarkan dengan Meninggalkan 'Si Kepala Batu'

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19 Crosscheck Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Candra Yuri Nuralam • 18 Juli 2021 17:09
Jakarta: Pemerintah diminta terus menggencarkan vaksinasi. Pemerintah harus menghiraukan 'Si Kepala Batu' yang tidak mau divaksinasi.
 
"Saya kira di tiap masyarakat selalu ada audience kepala batu. Berapa banyak si kepala batu di republik ini? Kita tidak tahu berapa jumlahnya," kata jurnalis senior Saur Hutabarat dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Yuk Optimis Covid Bakal Finis', Minggu, 18 Juli 2021.
 
Saur mengatakan orang yang menolak divaksinasi sangat sedikit. Jumlah mereka kalah dengan masyarakat yang sudah dan mau divaksinasi. Menurut dia, pemerintah hanya membuang waktu bila meladeni orang yang tidak mau divaksinasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi kalau pun dibesar-besarkan sampai 30 persen hemat saya bukan perkara besar, kenapa? Kalau 70 persen penduduk sudah divaksinasi maka kita akan mencapai kekebalan komunal," ujar Saut.
 
Indonesia tetap akan mendapatkan kekebalan komunal dari paparan covid-19 tanpa harus meladeni orang yang tidak mau divaksinasi. Orang yang tidak mau divaksinasi diminta ditinggalkan.
 
"Jadi, memandang dengan cemas 30 persen gelas yang kosong, lalu meniadakan 70 persen gelas yang berisi itu lah pandangan pesimistis," tutur Saut.
 
Baca: Kemenkes Kebut Distribusi 18 Juta Dosis Vaksin Covid-19
 
Dia juga meminta masyarakat berhenti memusingkan angka yang sedikit. Salah satunya adalah jumlah kematian akibat paparan covid-19. Masyarakat diminta terpacu dengan jumlah orang yang sembuh dari virus itu.
 
"Memandang jumlah kematian sebagai perkara yang besar padahal jumlahnya hanya dua persen itu adalah pandangan yang pesimistis dibanding orang yang memandang 98 persen yang selamat, yang hidup," kata dia.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif