Masyarakat bercampur baur dan menari bersama dalam gelaran Tari Yospan Massal di hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu, 1 September 2019. Foto: MI/Susanto
Masyarakat bercampur baur dan menari bersama dalam gelaran Tari Yospan Massal di hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu, 1 September 2019. Foto: MI/Susanto

Papua dan Papua Barat Ideal Dipecah 7 Provinsi

Nasional papua
Nur Azizah • 20 November 2019 13:11
Jakarta: Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tanjung menyebut kawasan Papua dan Papua Barat idealnya dipecah menjadi tujuh provinsi. Pasalnya, 'Bumi Cenderawasih' dihuni tujuh suku besar.
 
"Kita baru punya dua sekarang dan saya kira kalau kita melihat dinamika yang terjadi hingga saat ini tidak ada kata lain," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 20 November 2019.
 
Tujuh suku besar di 'Bumi Cenderawasih' meliputi Mamta, Saereri, Anim Ha, La Lago, Mee Pago, Domberai, dan Bomberai. Domberai dan Bomberai menduduki wilayah adat di Papua Barat, sedang lima suku lainnya di Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doli mengaku sudah sering membahas pemekaran Papua lewat pertemuan formal maupun informal untuk mempercepat pemekaran. Namun, pemekaran terhambat moratorium yang sampai sekarang belum dicabut.
 
"Tapi ada satu cara yang mungkin ini bisa dikaji. Ini juga pernah kita sampaikan kepada Mendagri (Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian) supaya penyelesaian Papua ini berbeda. Kita buat secara khusus dengan pemekaran di daerah lain," ujar dia.
 
Salah satu cara mencabut moratorium itu dengan menyempurnakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Ia meminta perubahan itu masuk ke Program Legislasi Nasional 2019-2024.
 
Selain itu, penyelesaian Papua dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi. "Harus ada penyebaran sentra-sentra pelayanan publik dan ekonomi," pungkas dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif