Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Foto: Istimewa
Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Foto: Istimewa

Jokowi Ingin Intip Pabrik Hyundai di Korsel

Nasional indonesia-korea
Damar Iradat • 26 November 2019 11:18
Busan: Presiden Joko Widodo dijadwalkan menengok Pabrik Hyundai Motor Company di Ulsan, Korea Selatan (Korsel). Agenda ini dilaksanakan setelah Jokowi mengikuti rangkaian acara Koferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Republic of Korea (RoK) Summit.
 
Jokowi membuka kegiatannya Selasa, 26 November 2019, pagi, dengan menyambangi Busan Exhibition and Convention Center (Bexco), Korsel. Dia mengikuti ASEAN-RoK Commemorative Summit 2019 yang menjadi peringatan 30 tahun hubungan Asia Tenggara dengan Korsel.
 
"Di situ para pemimpin akan membahas mengenai evaluasi 30 tahun kerja sama ke belakang dan apa yang akan dilakukan atau diinginkan oleh para pemimpin untuk kerja sama 30 tahun mendatang," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ,Selasa, 26 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rangkaian acara diisi dengan ASEAN-RoK Start-up Summit dan ASEAN-RoK Innovation Showcase 2019. Jokowi kemudian menghadiri jamuan santap antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin negara ASEAN di APEC Nurimaru House.
 
Dari lokasi makan siang, Jokowi bergeser ke Parbik Hyundai Motor Company di Ulsan. Dia akan mengintip kondisi industri otomotif di 'Negeri Gingseng'. Setelah itu, Presiden Jokowi dan rombongan menuju Gimhae Air Force Base, Busan, untuk lepas landas menuju Tanah Air.
 
Dalam KTT ASEAN-RoK, Jokowi mengajak negara ASEAN dan Korea mengembangkan energi terbarukan. Sejak 2018, kata dia, Indonesia sudah mencanangkan kewajiban mencampur biodiesel dari kelapa sawit dengan solar sebesar 20 persen atau B20.
 
“Tahun depan kami akan mewajibkan peningkatan campuran biodiesel tersebut menjadi 30 persen atau B30. Indonesia saat ini juga tengah mengembangkan energi listrik berbasis air,” ujar Jokowi, Senin, 25 November 2019.
 
Jokowi mengatakan Indonesia memiliki sungai-sungai besar yang mampu menghasilkan energi listrik berbasis air dalam jumlah yang signifikan. Ia memamerkan dua lokasi pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara dengan potensi 11 gigawatt (GW) dan Papua dengan potensi 20 GW.
 
"Dengan menggunakan energi listrik dari tenaga air, maka pengembangan industri yang kami lakukan akan memiliki emisi yang rendah,” ujar dia.
 
Upaya ini, tambah Jokowi, bagian dari komitmen pemerintah terhadap Perjanjian Paris yang berisikan kesepakatan mengatasi perubahan iklim. Presiden Jokowi pun mengingatkan tantangan yang akan dihadapi ke depan semakin berat.
 
"Keberanian untuk mengambil terobosan besar di era age of disruption adalah opsi satu-satunya untuk kita bisa menjadi pemenang. Saya ajak pengusaha ASEAN dan Korea untuk mengambil pilihan ini,” jelas dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif