ilustrasi. Medom.id/Rizal
ilustrasi. Medom.id/Rizal

Tommy Soeharto dan Sayid Berebut Kursi di Dapil Papua

Nasional pemilu
20 Maret 2019 16:00
Jakarta: Calon anggota legislatif (caleg) petahana masih mendominasi perebutan kursi Senayan di daerah pemilihan (dapil) Papua. Sebagian besar caleg petahana berpeluang untuk terpilih kembali.
 
Berdasarkan hasil survei Y-Publica yang dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di dapil Papua, caleg petahana Demokrat Willem Wandik, meraih elektabilitas tertinggi sebesar 8,6 persen.
 
Disusul oleh Kamaruddin Watubun (PDIP) 8,1 persen, Libert Kristo Ibo (Demokrat) 6,1 persen, Tony Wardoyo (PDIP) 5,8 persen, Muhammad YudiKotouky (PKS) 5,6 persen, dan Elion Numberi (Golkar) 5,1 persen. Ada pula mantan anggota DPR periode 2004-2009 Paskalis Kossay (Golkar) 6,6 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tommy Soeharto (Berkarya) dan caleg PSI bersaing memperebutkan kursi pada posisi sepuluh besar,” ungkap Direktur Eksekutif, Y-Publica Rudi Hartono, Rabu 20 Maret 2019.
 
Tommy Soeharto dan Sayid Berebut Kursi di Dapil Papua
 
Tommy unggul dengan elektabilitas 4,3 persen, sedangkan Sayid Fadhal Alhamdi yang diusung PSI mengejar dengan raihan 3,4 persen. Fadhal merupakan aktivis perdamaian dan pernah menjabat ketua Dewan Adat Papua.
 
Selain Fadhal ada pula caleg PSI lainnya seperti Zonggoano (0,6 persen) dan Lambinggen Gwijangge (0,1 persen). Sementara itu Robert Rouw yang pindah dari Gerindra ke Nasdem meraih elektabilitas 6,8 persen, menyebabkan Gerindra kehilangan caleg popular di Papua.
“Mereka yang belum menentukan pilihan masih cukup tinggi, mencapai 21,9 persen,” kata Rudi.
 
Ini memberi peluang bagi caleg-caleg petahana maupun pendatang baru untuk memperbesar raihan elektabilitas. “Nama-nama caleg yang lain elektabilitasnya terlalu kecil, yang jika ditotal keseluruhannya hanya tersisa 2,1 persen,” pungkas Rudi.
 
Survei Y-Publica dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di dapil Papua. Dalam Pileg 2019, dapil Papua mendapat alokasi 10 kursi. Jumlah responden sebanyak 800 orang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif