Presiden Ajak Masyarakat Hindari Kampanye Hitam

Rudy Polycarpus 10 Oktober 2018 18:50 WIB
pemilu serentak 2019
Presiden Ajak Masyarakat Hindari Kampanye Hitam
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/BARY FATHAHILAH.
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghindari kampanye hitam. Selain tidak baik untuk demokrasi, kampanye hitam berpotensi memecah belah bangsa.
 
Presiden mengatakan berita bohong atau hoaks dan fitnah mulai bertebaran menjelang pemilu. Para kontestan dan masyarakat diharapkan menghindari saling mencemooh, fitnah, menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian.
 
"Hati-hati kalau sudah masuk tahun politik. Banyak kabar bohong, hoaks, fitnah, saling mencela, menjelekkan. Ini bukan tata krama Indonesia, bukan nilai islami kita. Hati-hati, jangan terjebak pada hal-hal politik praktis," kata Jokowi saat menghadiri pembukaan Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurroayidin, Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Baca: Berita Hoaks Diperkirakan Ramai Jelang Pilkada dan Pilpres

Menurutnya, tahapan kampanye lebih baik diisi dengan adu gagasan dan program untuk membangun masyarakat dan bangsa ke depan. Kampanye harus dijadikan ajang mengadu prestasi masing-masing kandidat.
 
"Lihat rekam jejaknya (kandidat) seperti apa. Jangan ada isu sedikit di medsos langsung kita makan, berbahaya sekali," ujarnya.
 
Jokowi meminta masyarakat pintar-pintar memilah informasi yang benar dan hoaks. Apalagi saat ini perkembangan media sosial sangat dinamis. "Perkembangan teknologi itu harus disikapi dengan kearifan, kebijakan," pungkasnya.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id