Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan menggunakan pakaian adat mengikuti acara Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan menggunakan pakaian adat mengikuti acara Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Fadli tak Masalah SBY tak Teken Deklarasi Kampanye Damai

Nasional pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 24 September 2018 12:37
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menghargai sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tak menandatangani deklarasi kampanye damai. SBY memutuskan walkout setelah mendapati yel-yel sorakan dari relawan pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
 
"Itu hak (tak tanda tangan) kalau misal memang begitu karena ini kan bukan sesuatu yang karena merasa ternodai tadi," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 24 September 2018.
 
Fadli menyayangkan deklarasi kampanye damai justru ternodai dengan aksi segelintir massa. Semestinya, momen tersebut dijadikan ajang untuk mempersatukan semua elemen pendukung capres/cawapres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira apa boleh buat memang ada insiden seperti itu dan seharusnya tidak terjadi. Ini tak memberikan pelajaran politik tentang aturan main," jelasnya.
 
Pria yang juga wakil ketua DPR itu mempersilakan Partai Demokrat melaporkan dugaan pelanggaran ini ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia tak ingin ke depannya terulang kembali aksi provokatif dari sekelompok pendukung capres/cawapres.
 
"Kampanye damai jangan hanya di mulut. Kenyataannya baru dilaksanakan tapi sudah ternodai," pungkas dia.
 
Baca: Nusron Wahid Konsolidasikan Pendukung Ahok
 
Sejumlah pendukung Jokowi yang diduga anggota Projo melontarkan yel-yel "Jokowi Satu Kali Lagi" saat SBY tengah berada dalam barisan arak-arakan deklarasi damai di Monas. SBY yang menumpang mobil golf bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya turun dan menyatakan walkout dari kampanye damai.
 
Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Andi Arief menuduh Projo memprovokasi pilpres damai menjadi pilpres anarkis. Andi menyebut relawan Projo berteriak, "Bang, dukung Jokowi," saat mobil karnaval SBY melintasi kerumunan yang membawa bendera Projo.
 
"Kalau Projo tidak minta maaf dan aparat keamanan diam saja atas provokasi terhadap SBY pagi ini, jangan salahkan jika ada tindakan balasan," kata Andi di Twitter.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif