Pengesahan RKUHP Jadi Kado HUT ke-73 RI
Gedung DPR. Foto: Antara.
Jakarta: Pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dipastikan bakal dilakukana pada Agustus 2018. Pemerintah dan DPR hanya perlu memfinalisasi setelah sepakat dalam pembahasan.  

"Target pemerintah dan DPR sebetulnya di awal April kemarin, tapi mundur lagi dan paling tidak kesepakatan kami adalah mungkin ini bisa jadi hadiah HUT ke-73 republik kita," kata Ketua Tim Perumus RKUHP Enny Nurbaningsih dalam diskusi di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018. 

Molornya target pengesahan RKUHP tersebut tak lepas dari proses politik yang mesti ditempuh di Parlemen. Tantangan pembahasan RKUHP makin dinamis memasuki tahapan Pemilu 2019. 


"RKUHP ini hutang sejarah, karena dalam RPJP (rencana pembangunan jangka panjang) nasional salah satu poinnya adalah pembaharuan hukum, bagaimana kita bisa menggantikan produk-produk kolonial," papar Enny.

Dorongan pembahasan RKUHP tak dilakukan secara tiba-tiba dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Draf RKUHP bahkan telah hadir sejak tahun 1970 dengan pelibatan guru besar hukum dan anggaran yang besar dalam setiap prosesnya. 

Menurut Enny, RKUHP saat ini telah diformualsisan dengan mengedepankan proses pembahasan secara demokratis. Transparansi dengan melibatkan masyarakat sipil dari organisasi pemerhati hukum Indonesia sebagai masukan pun dilakukan. 

Baca: Pemerintah Ingin Pelaku Pidana Ringan Dihukum Sosial

"Timnya juga sangat solid, hampir semua ahli pidana terlibat. Bahkan kemarin 15 guru besar hukum pidana juga berkumpul menilai kembali substansi tersebut dan menyampaikan masukan untuk perbaikan. Demokratis hukum pidana ini menjadi kunci," tegas dia. 

Transparansi RKUHP pun dilakukan di DPR. Setiap rapat DPR bersama pemerintah, kata Enny, proses dilakukan terbuka untuk umum. 

"Beda di saat saya membahas UU Terorisme, itu tertutup karena ada data intelijen yang masih perlu kita rahasiakan. Jadi, RKUHP terbuka sekali. Kami menekankan bagaimana menjaga demokratisasi bisa kita wujudkan baik dalam proses maupun substansi," jelas dia. 



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id