Pengamat: Cawapres Jokowi Sebaiknya dari Kalangan Santri
Presiden RI, Joko Widodo saat memberikan sambutan dan membuka Pesantren Preuneur di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan, Sabtu (12/5/2018). Foto: MI/Abdus Syukur
Jakarta: Pengamat politik dari UIN Jakarta Saifuddin Asrori mengatakan Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya mengambil calon wakil presiden dari kalangan santri. Menurut Saifuddin, dari beberapa kelompok yang saat ini berusaha untuk menjadi cawapres Jokowi, kalangan santri cenderung lebih solid.

"Kelompok militer dan Polri terpecah pada banyak kubu. Begitu juga dengan kalangan pegawai negeri dan birokrat," kata Saifuddin seperti dilansir Antara,  Kamis, 24 Mei 2018.

Kalangan santri, kata Saifuddin, selain bisa menjawab berbagai isu nasional yang saat ini berkembang, juga memiliki potensi untuk bisa mengikuti semua perkembangan dan kebutuhan yang ada.


"Tentunya sosok yang perlu dipilih Jokowi santri yang memiliki kapasitas intelektual yang sangat bagus, memiliki kemampuan manajemen yang baik, serta mengusai isu teknologi dan ekonomi," kata Saifuddin.

Baca juga: Jokowi Diyakini Sudah Kantongi Nama Pendamping

Menurut dia beberapa nama dari kalangan santri yang layak menjadi cawapres antara lain Muhaimin Iskandar, M Romahurmuziy, Mahfud MD, dan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Hanya, kata Saifuddin, Mahfud dan TGB terbentur kendaraan politik. Mahfud tak memiliki partai, TGB masih di bawah bayang-bayang SBY dan AHY. Muhaimin dan Romahurmuziy merupakan sosok santri yang juga ketua umum partai, masing-masing memimpin PKB dan PPP.

Baca juga: Calon Pendamping Jokowi Diumumkan Juni

Masalahnya, lanjut Saifuddin, Muhaimin terkesan "menyandera" Jokowi dengan syarat harus diambil sebagai cawapres apabila menginginkan dukungan PKB.

"Selain itu, Cak Imin masih main dua kaki dengan membuka opsi bisa berkoalisi dengan Prabowo," kata dia.





(MBM)