Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Willy Aditya/Istimewa
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Willy Aditya/Istimewa

NasDem Dukung Rupiah Jadi Alat Transaksi Perdagangan Internasional

Nasional Partai NasDem perdagangan ri Mata Uang
Fachri Audhia Hafiez • 15 September 2021 09:56
Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional. Semua pihak bahkan harus mendukung kebijakan tersebut.
 
"Sebab, sangat positif bagi ekonomi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia," kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 September 2021.
 
Wujud kerja sama penyelesaian transaksi bilateral atau local currenct settlement (LCS), mata uang lokal Indonesia kini dapat digunakan untuk kebutuhan bertransaksi dengan empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Willy mengatakan ada ketidakadilan di dalam transaksi perdagangan antarnegara. Sebab, ketika dua negara bertransaksi harus ditundukkan oleh stok US$. Hal ini menjadi keluhan dan kritik banyak negara.
 
"Pemilik US$ bisa sangat powerfull dan menentukan transaksi dagang negara lainnya. Ini tidak adil," ujar Wakil Ketua Baleg DPR itu.
 
Willy menyebut usulan Yen Jepang (JPY) menjadi Special Drawing Rights (SDR) pada 20-15 tahuh lalu sebenarnya untuk mendesak sistem yang lebih adil dalam perdagangan internasional. Hal itu diikuti dengan penggunaan mata uang lokal yang menjadi kesepakatan dagang antarnegara.
 
Pilihan Indonesia menggunakan JPY dan Yuan dalam transaksi dagang kepada keduanya akan menjadi terobosan disaat US dengan ketat mengendalikan peredaran US$. Kalau hal ini juga dilakukan oleh banyak negara lainnya, tentu akan positif dalam membangun sistem yang lebih stabil dan berkeadilan.
 
Baca: UOB Jadi Bank Singapura Pertama Pelaksana Transaksi Mata Uang Yuan-Rupiah
 
Willy menerangkan negara-negara counterpart di mana Indonesia bersepakat menggunakan mata uang lokal dalam perdagangannya tentu sudah dipilih berdasarkan transaksi internasional yang secara kuantitas dan kualitas memang positif terhadap perdagangan Indonesia.
 
"Harus lebih banyak lagi negara-negara di mana kita net import yang harus diajak kerja sama untuk menggunakan mata uang lokal. Agar barang dari Indonesia juga bisa masuk ke negara tersebut," kata Willy.
 
Dia menjelaskan perkembangan teknologi informasi dan pasar e-commerce sekiranya akan menjadi distrupsi yang membuat mata uang negara di dunia semakin memiliki nilai di dalam sistem transaksi internasional.
 
"Ini sangat nyata kita lihat misalnya kalau anda beli barang di salah satu marketplace warna oranye, barang dari Tiongkok misalnya dibeli dengan harga rupiah. Saya kira hal demikian ini akan terus berlangsung dan meluas," tegas Willy.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif