Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok. Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok. Polri

Mengedepankan Transparansi, Legislator Apresiasi Langkah Kapolri Tangani Kasus Ferdy Sambo

Achmad Zulfikar Fazli • 15 Agustus 2022 16:38
Jakarta: Anggota Komisi III Nasir Djamil mengapresiasi sikap dan langkah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menangani tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat (J). Kapolri dinilai mampu membendung rasa ketidakpercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara ketika menangani kasus yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo itu. 
 
Dengan mengedepankan transparansi dalam penegakan hukum, Kapolri tidak pandang bulu menindak orang-orang yang diduga terlibat meskipun bagian dari internal mereka. 
 
“Di tengah menghadapi stabilitas keamanan masyarakat agar tetap kondusif, Kapolri Jenderal Sigit masih mampu menggerakkan jajarannya membuka kasus polisi tembak polisi secara terang benderang,” kata Nasir Djamil kepada wartawan di Jakarta, Senin, 15 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nasir, kualitas Listyo Sigit sebagai Kapolri terlihat nyata ketika mampu menyolidkan internalnya dengan membentuk mindset kepada jajarannya bahwa kasus ini merupakan musuh bersama. “Jenderal Sigit dan jajarannya akhirnya bersatu menghadapi musuh bersama mereka, yaitu turunnya kepercayaan publik,” tegas Nasir. 
 
Sementara itu, anggota Komisi III Aboe Bakar Al Habsyi menilai Kapolri menunjukkan keseriusannya menjaga muruah institusi dengan membubarkan Satgassus Merah Putih yang pernah diketuai Irjen Ferdy Sambo. Aboe Bakar meminta setiap personel Polri yang merusak institusi mendapat hukuman setimpal sesuai dengan aturan yang berlaku. 
 
“Pembubaran Satgasus oleh Kapolri adalah langkah tepat untuk saat ini. Setidaknya, agar Ferdy Sambo bisa fokus dalam menghadapi perkara yang dihadapi," kata Aboe Bakar. 
 

Baca: Kejagung Koordinasi dengan Bareskrim untuk Kejelasan Kasus Brigadir J


Menurut Aboe Bakar, pembubaran tersebut akan membuat Polri lebih serius dalam menjalankan tugasnya. Khususnya menyelidiki kasus kematian Brigadir J yang belakangan diketahui Ferdy Sambo sebagai aktor utama di balik pembunuhan itu.
 
“Langkah ini menunjukkan keseriusan Kapolri untuk mengungkap perkara ini secara clear. Selain itu, menunjukkan kepada publik bahwa Polri benar-benar ingin melakukan langkah pro justitia untuk semua kalangan,” ujar dia.
 
Sudah 36 polisi yang diperiksa lantaran diduga terlibat dalam skenario pembunuhan Brigadir J. Mereka diperiksa secara intensif terkait dugaan pelanggaran etik.
 
Jika nanti ditemukan unsur pidana, mereka akan ditindak sesuai ketentuan pidana yang di maksud. Dari 36 yang diperiksa, 16 polisi ditahan di tempat khusus (patsus) Markas Korps Brimob (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dan tempat khusus Provost, Divisi Propam, Mabes Polri. 
 
“Jumlah sampai dengan hari ini 16 orang telah ditempatkan di tempat khusus (patsus), enam orang di Mako dan 10 orang di Provost,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif