Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Faktor Kesehatan Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Nasional Virus Korona Pemulihan Ekonomi
Anggi Tondi Martaon • 01 Agustus 2020 18:31
Jakarta: Pemerintah diminta tidak mengabaikan variabel kesehatan dalam upaya pemulihan perekonomian nasional. Kesehatan menjadi faktor kunci pemulihan ekonomi di tengah pandemi korona (covid-19).
 
"Ketika infeksi naik maka tentunya akan menghambat aktivitas ekonomi juga pada jangka menengah dan panjang. Ini yang harus kita hindari," kata ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi dalam diskusi Iluni UI secara virtual, Sabtu, 1 Agustus 2020.
 
Dia menyebut perekonomian Indonesia tidak baik bila angka penyebaran kasus covid-19 tetap tinggi hingga September 2020. Perekonomian Indonesia diprediksi minus 0,8 persen-2 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sangat mengkhawatirkan kalau tidak betul-betul ditopang pelaku ekonomi akan kehilangan kemampuan ekonominya," tutur dia.
 
Fithra berharap keberadaan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa mencegah hal itu. Penanganan wabah dan pemulihan ekonomi harus berjalan beriringan.
 
(Baca: Jokowi: Komite Covid-19 Integrasikan Masalah Kesehatan dan Ekonomi)
 
"Itu yang harus dilakukan, bagaimana indikator-indikator kesehatan ini juga mendapatkan perhatian supaya program pemulihan ekonomi bisa berjalan optimal," ujar dia.
 
Ketua terpilih Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman menyebut penanganan kesehatan dan ekonomi mesti seimbang. Dia mengingatkan peningkatan kasus covid-19 di Indonesia masih tinggi.
 
Bahkan, penambahan masyarakat yang terpapar virus korona konsisten pada angka ribuan per hari. "Kita belum bicara gelombang kedua. Ini kita berbicara gelombang pertama," tutur dia.
 
Dia mendesak pemerintah tidak mengabaikan sektor kesehatan. Dedi menyebut upaya pemulihan ekonomi bakal sia-sia bila sektor kesehatan dikesampingkan.
 
"Upaya pencegahan harus diperkuat karena tidak ada pilihan. Kalau ini terjadi (peningkatan kasus virus korona tinggi) maka tidak menutup kemungkinan kantor akan tutup lagi, pasar-pasar akan ditutup," ujar dia.
 

(REN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif