NEWSTICKER
Ilustrasi ruang isolasi khusus. Foto: Antara/Adeng Bustomi
Ilustrasi ruang isolasi khusus. Foto: Antara/Adeng Bustomi

Masyarakat Menanti Protokol Rapid Test Virus Korona

Nasional Virus Korona virus corona
Surya Perkasa • 20 Maret 2020 21:28
Jakarta: Instruksi Presiden Joko Widodo untuk menjalankan uji cepat (rapid test) virus korona (covid-19) secara massal menjawab keresahan nasyarakat. Namun, kebijakan yang diterapkan di Korea Selatan itu membutuhkan strategi khusus di Indonesia.
 
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyebut aspek demografi Indonesia dan Korea jauh berbeda dan lebih kompleks. Legislator NasDem itu juga menyebut penduduk Indonesia lima kali lipat Korea Selatan. Menurutnya, perbedaan demografi itu dapat memengaruhirapid test.
 
“Pulau Jawa khususnya menjadi daerah dengan positif korona terbanyak dan penduduknya yang mencapai 141 juta orang. Menyisirnya harus ada strategi khusus, juga protokol yang jelas” kata Felly lewat keterangan pers, Jumat, 20 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, protokol petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sangat ditunggu masyarakat dan pelaksana teknis di daerah. Hal itu akan menjadi acuan penanganan wabah hingga proses isolasi di rumah sakit rujukan.
 
“Protokol itu output-nya adalah keberhasilan kebijakan rapid test korona secara massal. Dengan kata lain menjadi ujung tombak," ujar legislator asal Sulawesi Utara itu.
 
Pelaksana teknis di lapangan harus disiplin jika protokol rapid test tersebut sudah keluar. Kelonggaran dalam situasi saat ini harus ditekan agar memastikan penanganan korona berhasil.
 
Felly juga berharap sistem dan mitigasi orang dengan pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dipercanggih. Ia membayangkan kerumitan di lapangan akan terjadi tatkala perpindahan orang masif dan tidak bisa ditelusuri dengan tuntas.
 
Akibatnya, kantung-kantung ODP dan PDP bahkan pasien positif baru bermunculan di wilayah yang sebelumnya bersih. “Ini yang kita tidak inginkan, penyebarannya yang tidak terlacak oleh sistem yang canggih,," katanya.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif