Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Koalisi Dinilai Resah Menanggapi Ancaman Reshuffle Kabinet

Nasional reshuffle kabinet
Anggi Tondi Martaon • 11 Juli 2020 05:43
Jakarta: Koalisi pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin (Jokowi-Maruf) dianggap resah menanggapi reshuffle kabinet. Itu terlihat dari pertemuan politik yang dilakukan oleh anggota koalisi.
 
Pengamat Politik Indopolling Network Wempy Hadir menilai pertemuan sejumlah petinggi partai politik itu dilakukan karena Jokowi mengancam merombak Kabinet Indonesia Maju (KIM). Seperti Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartato yang menerima kunjungan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pada 25 Juni 2020.
 
"Ini ada apa? Ini merupakan feedback pernyataan Jokowi yang marah-marah soal reshuffle," kata Wempy dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Political and Public Policy Studies (P3S) di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Ancaman Reshuffle Dinilai Pendongkrak Perekonomian Nasional
 
Airlangga juga menggelar pertemuan dengan Partai Gerindra. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, 6 Juli 2020, itu memperjelas kegundahan anggota KIM.
 
"Ini merupakan feedback dan sinyal bahwa mereka tidak happy ada isu reshuffle," kata dia.
 
Menurutnya, kegundahan ini tak lepas dari buruknya kinerja KIM di mata masyarakat. Bahkan, berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, approval rating kinerja pemerintahan di bawah 50 persen.
 
"Apalagi Golkar. Ada Ketum Golkar dan beberapa pasukannya yang menjadi menteri, dan kita juga tahu dari Gerindra (masuk dalam kabinet)," ujar dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif