Presiden Joko Widodo (tengah) saat meninjau Pondok Pesantren La Tansa, Parakansantri, Banjar Irigasi, Lebak Gedong, Banten. Foto: Desi Angriani/Medcom.id
Presiden Joko Widodo (tengah) saat meninjau Pondok Pesantren La Tansa, Parakansantri, Banjar Irigasi, Lebak Gedong, Banten. Foto: Desi Angriani/Medcom.id

Kerja Nyata Jokowi Tangani Pascabanjir Bogor dan Lebak Diapresiasi

Nasional longsor banjir bandang
Medcom • 08 Januari 2020 10:44
Jakarta: Legislator mengapresiasi kerja cepat pemerintah dalam tanggap darurat bencana. Pemerintahan Joko Widodo dinilai cukup baik dalam melakukan penanganan pascabanjir.
 
"Dalam hal kecepatan dan ketepatan menangani korban bencana termasuk cepat," kata Anggota Komisi VIII DPR, Idah Syahidah Rusli Habibie, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR itu meminta kecepatan dalam penanganan banjir ini dapat ditingkatkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Tanggap Siaga Bencana (Tagana) harus terus gesit dalam menangani bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komisi VIII berencana merevisi dan membahas Undang-Undang Penanggulangan Bencana untuk membantu kerja stakeholder terkait. UU ini juga sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020.
 
"Dengan kesadaran dan kepedulian yang tinggi dari seluruh pihak atas kebersihan dan kondisi lingkungan. Ditambah dengan payung hukum yang jelas tentang penanggulangan bencana, paling tidak, kerugian jiwa dan materi dapat dimininalisir," ucap politikus Partai Golkar ini.
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengunjungi warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Lebak, Banten. Jokowi menyebut ada ratusan titik area rawan longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Dia pun mengimbau warga setempat mau direlokasi ke tempat yang lebih aman.
 
"Kemarin kita lihat dari helikopter kelihatan sekali yang longsor itu bukan hanya puluhan tapi ratusan, yang ini baru pada tahap diselesaikan, dibersihkan, terutama yang mengisolir desa-desa oleh Kementerian PUPR,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai meninjau lokasi pengungsian di GOR Kampung Cikomara, Desa Banjar Irigasi, Lebak Gedong, Lebak, Banten, Selasa, 7 Januari 2020.
 
Usai meninjau lokasi longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jokowi langsung menengok lokasi bencana banjir dan longsor di Lebak, Banten.
 
Jokowi pun menyoroti banyaknya perambahan hutan dan penambangan emas ilegal di Lebak. Menurut Jokowi, tindakan itu menjadi pemicu longsor dan banjir bandang.
 
“Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, ke Bupati agar ini dihentikan. Enggak bisa lagi karena keuntungan 1, 2, 3 orang kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,” kata Jokowi.
 
Jokowi juga meminta 30 jembatan penghubung antardesa dan antarwilayah di Kabupaten Lebak yang terdampak bencana segera bisa dibenahi.
 
“Tadi saya sudah perintahkan ke Menteri PU agar dalam 3-4 bulan ini itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” tegas dia.
 
Jokowi pun memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian PUPR segera memperbaiki 19 sekolah yang rusak. Pemerintah akan mendata jumlah rumah yang hancur akibat bencana ini untuk kemungkinan direlokasi.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif