Ketua bidang Komunikasi dan Media DPP Partai NasDem Willy Aditya. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Ketua bidang Komunikasi dan Media DPP Partai NasDem Willy Aditya. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

NasDem: Jangan Terjebak Perselisihan

Nasional Partai NasDem pks
Zakaria Habib • 02 November 2019 17:08
Jakarta: Silaturahmi politik antara partai NasDem dan PKS yang berseberangan pada Pemilu 2019 lalu mendapatkan perhatian publik. Ketua DPP NasDem Willy Aditya menuturkan, silaturahmi politik tersebut merupakan teladan dari NasDem.
 
"Pemilu sudah selesai kita harus mempertontonkan pada publik pemilu sudah selesai. Maka keteladanan elite menjadi semacam lentera rakyat, umat dan masyarakat," kata Willy di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.
 
Menurut dia, sikap elite ini akan menular hingga ke akar rumput dan menghapus perselisihan antar masyarakat. Bahwa ketua umum partai yang berseberangan bisa berdialog dan berangkulan. Sehingga masyarakat akan melihat itu sebagai contoh yang positif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini yang kemudian mau dipertontonkan oleh Pak Surya dari Nasdem dan Sohibul Iman dari PKS," kata dia.
 
Willy menyebut langkah politik NasDem sebagai silaturahmi kebangsaan. Karena setiap partai memiliki tugas konstitusional dan karena itu harus saling menghormati.
 
Menurutnya, sikap ini tak terbatas pada posisi masing-masing, apakah di dalam atau di luar pemerintahan. Sebab kedua unsur itu harus sama--sama membangun bangsa.
 
"Jadi saling menghormati posisi dan tetap menjaga proporsionalitas di gedung DPR Senayan," sambungnya
 
Menurut Willy, silaturahmi ini merupakan langkah strategis NasDem untuk menghidupkan kembali tradisi dialog antar partai. Jangan sampai hal ini menimbulkan kecurigaan.
 
Dia mencontohkan pada pertemuan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan ketua umum Gerindra Prabowo Subianto, Nasdem tidak berkomentar apa-apa.
 
"Jadi prosesnya kita saling respect saja, dimana kemudian kita punya tugas Sejarah masing-masing. Pemilu 2019 sudah selesai dimana koalisi sudah melebur," kata dia.
 
Ketua Umum NasDem Surya Paloh, lanjut Willy, menginginkan demokrasi Indonesia diisi oleh orang-orang waras. Orang waras yang bisa menempatkan diri kapan harus kritis dan kapan harus mendukung secara penuh.
 
Nasdem memberikan dukungan penuh terhadap Jokowi. Namun jika kemudian ada hal-hal yang dianggap melenceng maka NasDem akan bersikap kritis terhadap hal tersebut.
 
"Politik kita terlalu hardcore, kalau dalam dangdut itu senggol bacok. Kalau politik kita selalu mengedepankan hardcore, dia gampang patah. Dan itu tidak menjadi baik bagi sebuah proses dan keadaban di tengah-tengah masyarakat," sambungnya.
 
Karena itu menurut Willy, harus ada pihak yang melakukan perbaikan dengan memberikan contoh yang nyata.
 
"Nah, siapa yang memulainya di masa patronase seperti ini? harus elite yang memulainya. Karena itu Pak Surya tanpa merasa rendah diri datang ke PKS," kata dia.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif