Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Foto: MI/Ramdani
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Foto: MI/Ramdani

Wishnutama Diyakini Hadirkan Iklim Baik bagi Pariwisata

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Yogi Bayu Aji • 23 Oktober 2019 11:56
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama dipercaya bisa menghadirkan iklim yang baik bagi industri pariwisata. Dia dinilai memiliki segudang kemampuan dalam menjalankan tugas barunya.
 
"Kami melihat keunggulan leadership Wishnutama terkait konsep kolaborasi big event, digital tourism, music tourism, culinary tourism, green tourism dan lain-lain yang akan jadi program unggulan ke depan," kata Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Michael Umbas dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Eks petinggi stasiun televisi NET. itu diharap mampu memadukan pariwisata dengan industri kreatif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan kualitas pariwisata. Dia juga harus mempercepat aktivasi kina destinasi superprioritas yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo dengan memberdayakan semua potensi dan sumber daya lokal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mewujudkan ini, jelas dia, Wishnutama harus membangun konektivitas hingga kesiapan akses ke lokasi pariwisata. Regulasi juga harus dipangkas untuk mempercepat birokrasi terkait pengembangan dan kemudahan investasi di bidang pariwisata.
 
"Salah satu tantangan penting juga membangun sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata yang lebih unggul dan berdaya saing. Wishnutama kami yakini memiliki pengalaman profesional yang kuat sehingga memahami proses penyiapan SDM dengan standard yang tinggi," jelas dia.
 
Target wisatawan mancanegara di angka 20 jutaan diyakini bisa terwujud di era Wishnutama. "Tentu bukan target fantastis jika semua pra syarat dan kesiapan infrastruktur dikerjakan simultan, bersinergi, kolaborasi bersama-sama antara pemerintah, asosiasi, industri, masyarakat," pungkas Michael.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif