Kapolri Jamin Tensi Pilkada DKI tak Terulang

Whisnu Mardiansyah 14 Maret 2018 12:41 WIB
pilkada 2018
Kapolri Jamin Tensi Pilkada DKI tak Terulang
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - Medcom.id/Ilham Wibowo.
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjamin gesekan isu agama pada Pilkada DKI Jakarta 2017 tak terulang di gelaran Pilkada Serentak 2018. Gesekan isu agama dan etnis kemungkinan kecil terjadi. 

"Pilkada yang kurang begitu bagus di DKI, kecil terjadi di 171 wilayah," kata Tito saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.

Setidaknya, kata Tito, ada faktor yang menyebabkan Pilkada DKI memanas. Pertama, latar belakang salah satu pasangan calon, baik sebagai keagamaan dan keturunan. Kemudian, cara berbicara salah satu pasangan calon. 
 
"Ditambah lagi komponen partai pendukung pemerintah dan partai oposisi yang berseberangan, crossing antarpartai, isu agama tidak muncul," jelas Tito.


Jenderal bintang empat itu menilai faktor-faktor di atas tak cukup signifikan terjadi di 171 daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak. Pasalnya, komposisi partai pengusung pasangan calon lebih cair antara partai pendukung pemerintah dan partai di luar pemerintahan. 

(Baca juga: Presiden Mau Pilkada 2018 Ceria)

"Ini bisa jadi faktor pendingin. Kemudian latar belakang agama dan suku yang sensitif tidak banyak muncul di semua wilayah," kata Tito.

Meski begitu, ada beberapa wilayah yang perlu diberikan perhatian lebih pengamanan. Dengan faktor serupa yang kurang lebih sama seperti Pilkada DKI. 

"Mungkin hanya satu dua wilayah tertentu. Ini kita berikan atensi dan pengaman khusus di tempat itu," tukas dia. 

Untuk pengamanan Pilkada 2018, Polri menggelar Operasi Mantap Praja. Jumlah personelnya 184.013 orang. Prajurit TNI 99.559 orang dan Linmas 823.738 orang. 

"Nanti seperti biasa ada pembagian ring satu, ring dua, dan tiga. TPS yang kita anggap aman, rawan, dan sangat aman. Di daerah ada 13 calon tunggal, itu relatif aman," pungkas dia. 

(Baca juga: Jangan Gunakan Politik Identitas di Pilkada)






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id