Massa yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) mengikuti unjuk rasa dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2019 di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Selasa (24/9/2019). ANT/Dhemas Reviyanto.
Massa yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) mengikuti unjuk rasa dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2019 di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Selasa (24/9/2019). ANT/Dhemas Reviyanto.

Jokowi Catat Tuntutan Reforma Agraria

Nasional reforma agraria
Damar Iradat • 24 September 2019 16:47
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima perwakilan petani yang menggelar aksi Hari Tani Nasional 2019 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 24 September 2019. Perwakilan petani telah menyampaikan keluhan terkait reforma agraria.
 
"Sudah menyampaikan berbagai persoalan dalam konteks reforma agraria. Tadi sudah dicatat semuanya oleh Bapak Presiden," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.
 
Perwakilan petani menyampaikan masalah redistribusi lahan untuk petani, program perhutanan sosial, serta nasib masyarakat transmigrasi memperoleh lahan. Perwakilan petani juga mendesak pemerintah merevisi Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para petani, kata dia, juga meminta Jokowi mengambil alih masalah redistribusi lahan dan konflik agraria. Moeldoko akan mengundang kembali perwakilan petani untuk mendalami sejumlah masalah itu.
 
"Kami akan undang untuk mendalami persolan lebih detail lagi. Saya akan mapping-kan nanti. Harus ada langkah konkret, itu yang diinginkan mereka," jelas mantan Panglima TNI itu.
 
Serikat Petani Pasundan menggelar demonstrasi di depan Istana Merdeka, Selasa, 24 September 2019. Aksi ini sekaligus memperingati Hari Tani Nasional 2019.
 
Agustiana yang menjadi koordinator lapangan aksi diizinkan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Agustiana menyampaikan aspirasinya kepada Presiden.
 
Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengatakan Jokowi tak tahu distribusi lahan program reformasi agraria macet. Padahal, lima tahun lalu pemerintah berjanji akan mendistribusikan 9 juta hektare lahan kepada petani.
 
"Hasilnya adalah nol hektare yang sampai ke masyarakat. Tidak ada. Beliau tadi kaget masih nol hektare padalah sudah lima tahun berjalan," kata Dewi.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif