Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. ANT/Akbar Nugroho.
Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. ANT/Akbar Nugroho.

Prabowo: Hati-hati Oligarki

Nasional partai gerindra Kabinet Jokowi
Candra Yuri Nuralam • 15 Oktober 2019 19:31
Jakarta: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mewanti-wanti dampak jika seluruh partai politik bergabung dalam satu koalisi. Ia khawatir pemerintahan dijalankan beberapa orang dari golongan tertentu atau oligarki.
 
"Kita ingin ada kerukunan di antara tokoh-tokoh bangsa, tapi kita juga harus menjaga jangan sampai akhirnya terlalu, sehingga bisa-bisa nanti jadi oligarki," kata Prabowo di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa, 15 Oktober 2019.
 
Prabowo ingin persaingan antarpartai tetap ada. Persaingan itu bisa berjalan harmonis tanpa saling sikut dan melupakan kepentingan bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Marilah terus ada persaingan, kompetisi untuk adu gagasan untuk bela rakyat dengan tujuan membawa kemakmuran dan keadilan bagi kita," ujar Prabowo.
 
Prabowo mengatakan harus ada partai yang berada di luar koalisi pemerintah. Fungsi pengawasan harus dilakukan demi jalannya pemerintahan.
 
Mantan Danjen Kopassus itu mengingatkan oposisi tak berarti memerangi pemerintah. Prabowo berharap partai oposisi bisa saling mengingatkan demi perbaikan bangsa.
 
"Stabilitas tidak boleh dianggap remeh dalam arti kalau ada perbedaan, gesekan, hal-hal yang tidak cocok diantara banyak pihak, para pimpinan harus bisa menyelesaikan dengan sejuk dan dalam rangka selalu institusi-institusi yang dijalankan dengan baik," tutur Prabowo.
 
Prabowo Subianto tak henti bergerilya di lingkungan koalisi pemerintah. Setelah Pilpres 2019, Prabowo telah dua kali bertemu Presiden terpilih Joko Widodo. Pertemuan pertama terjadi di Stasiun MRT dan makan siang bersama di FX Senayan, Sabtu, 13 Juli 2019.
 
Pertemuan kedua terjadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Dua tokoh sempat membahas kemungkinan Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Hanya saja, keputusan itu belum final.
 
Prabowo juga telah bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Dua tokoh itu bernostalgia dalam pertemuan itu.
 
Prabowo juga bertemu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Permata Hijau, Jakarta, Minggu, 13 Oktober 2019. Pertemuan hangat itu membahas sejumlah isu yang berkembang saat ini.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif