Presiden Joko Widodo. Dok: Medcom.id
Presiden Joko Widodo. Dok: Medcom.id

Jokowi Ajak Anak Muda Pecahkan Persoalan Bangsa

Nasional presiden jokowi kepemudaan partai solidaritas indonesia
Dhika Kusuma Winata • 30 November 2020 08:18
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong anak muda Indonesia menjadi penggerak optimisme dan simpul kreativitas memecahkan persoalan bangsa. Presiden menyakini generasi muda berani melakukan lompatan dan inovasi.
 
"Usia muda membawa energi perubahan, berpikir positif, berani melakukan lompatan, bergerak lebih lebih lincah dan gesit, dan selalu optimistis melihat masa depan," kata Jokowi dalam sambutan virtual di perayaan HUT ke-6 Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Minggu, 29 November 2020.
 
Indonesia, kata Jokowi, membutuhkan lebih banyak lagi anak muda yang berani, gesit, dan penuh semangat. Terutama untuk memajukan Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi menyebut kelebihan kaum muda Indonesia bisa menjadi modal memenangkan pertarungan global. Dia yakin yang cepat mengalahkan yang lambat, yang kreatif dan inovatif akan mengalahkan yang serba rutin dan monoton.
 
Baca: Di Tengah Pandemi, Milenial Harus Inovatif
 
Jokowi menilai modal kecepatan, kreatifitas, dan inovasi tersebut dimiliki kader-kader PSI yang banyak diisi kelompok muda. Namun, dia menyebutkan anak muda yang menjadi segmen terbesar populasi Indonesia menjadi petang bermata dua.
 
"Proporsi anak muda yang besar ini akan bisa menjadi tonik yang menguatkan bangsa kita, tetapi juga bisa menjadi toxic, menjadi racun bila kita tidak siap dari sekarang," ucap Jokowi.
 
Setiap tahun, 2,9 juta penduduk memasuki usia kerja. Anak-anak muda tersebut merupakan kelompok baru yang masuk ke pasar kerja. Namun, kurang lebih 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak pandemi covid-19.
 
Sebanyak 87 persen kelompok pekerja memiliki tingkat pendidikan rendah atau setingkat SMA ke bawah. Sekitar 39% di antaranya berpendidikan sekolah dasar.
 
"Ini artinya untuk menghadapi puncak bonus demografi, tidak ada pilihan lain bagi kita selain harus bekerja keras untuk menyiapkan SDM yang unggul," ucapnya.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif