Simulasi kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Pangkah, Tegal. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Simulasi kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Pangkah, Tegal. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Pemda Diminta Lakukan Simulasi Aktivitas Pendidikan

Nasional pendidikan Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 16 Juni 2020 01:04
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah (pemda) melakukan simulasi aktivitas belajar secara tatap muka sesuai ketentuan kenormalan baru. Simulasi tersebut untuk memastikan proses pendidikan dapat berjalan di tengah pandemi covid-19.
 
"Simulasi yang kita lakukan (dapat memastikan) protokol-protokol yang disiapkan ini dapat berjalan dengan lancar," ujar Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayaan Kementerian Dalam Negeri, Eko Wibowo, dalam telekonferensi, Senin, 15 Juni 2020.
 
Ia menegaskan aktivitas pendidikan dapat dilakukan pada wilayah yang berada di zona hijau atau tidak ada penambahan kasus positif covid-19. Namun, wilayah tersebut belum tentu memiliki karakteristik yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pendekatan kedaerahan dapat dilakukan dalam memantau perkembangan covid-19 di wilayahnya. Kondisi daerah pedesaan, kepulauan, dan lainnya harus diidentifikasi secara saksama.
 
"Karakterisitik (setiap) daerah (memengaruhi aktivitas) pendidikan akan dijalankan," jelasnya.
 
Eko menyakini pendekatan kedaerahan menetukan kesuksesan pelaksanaan penyelenggaran pendidikan. Pendekatan tersebut harus dipastikan sesuai dengan karakteristik warganya beserta hal-hal pendukung lain.
 
Baca: Pembelajaran di Sekolah Zona Hijau Dimulai dari Tingkat Menengah
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan seluruh daerah di zona kuning, orange, dan merah yang memiliki risiko penyebaran covid-19 tidak diperkenankan menggelar aktivitas tatap muka di sekolah. Ada 94 persen dari jumlah peserta didik yang tersebar di 424 kabupaten/kota yang merepresentasikan zona tersebut.
 
"Peserta didik yang berada di zona tersebut tidak diperkenankan menggelar tatap muka. Hanya yang enam persen peserta didik yang berada di zona hijau yang sekolahnya boleh membuka tatap muka," kata Nadiem dalam konferensi video tentang 'Pengumuman Kebijakan Sektor Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19', Senin, 15 Juni 2020.
 
Meski begitu, sekolah yang berada di zona hijau pun tidak dapat begitu saja membuka kegiatan pembelajaran tatap muka. Sekolah masih harus memenuhi persyaratan berlapis dan protokol yang sangat ketat.
 
"Untuk membuka tatap muka, sekolah di zona hijau harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah setempat," tegas Nadiem.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif