Masuknya Ngabalin Disebut Bukti Keterbukaan Pemerintah
Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Medcom.id/Surya Perkasa
Jakarta: Diangkatnya Ali Mochtar Ngabalin sebagai tenaga ahli utama di Kantor Staf Presiden (KSP) dinilai sebagai langkah yang tepat. Politikus berlatar belakang ulama dan punya jaringan di kelompok muslim itu disebut bisa memperkuat komunikasi pemerintah ke berbagai kalangan.

"Sebagus apa pun kinerja, tanpa ada yang mengomunikasikan ke pihak luar (masyarakat), tentu tidak akan tahu sudah berbuat apa. Pak Ali Mochtar Ngabalin diharapkan dapat memperkuat tim (komunikasi)," ujar Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali, seperti dilansir Antara, Jumat, 25 Mei 2018.

Penambahan jumlah personel di lingkaran dalam istana, menurut Amali, akan berbanding lurus dengan upaya penyebarluasan informasi tentang kinerja dan keberhasilan pemerintah.


“Itu tidak bisa dilakukan hanya dengan satu, dua, atau tiga orang. Masuknya Ngabalin memperkuat tim informasi di Istana," jelasnya.

Amali meyakini keputusan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menunjuk Ali didasarkan atas profesionalitas, bukan untuk kepentingan politis. Ali diyakini memiliki jaringan yang kuat.
"Lebih kepada background, komunikasi, dan jaringan beliau ke kalangan pesantren serta umat. Beliau juga pernah di DPR sehingga background politiknya luas," paparnya.

Deputi IV KSP Eko Sulistyo menjelaskan politikus Golkar itu direkrut karena keahlian dan jaringannya. “Pak Ngabalin dipilih karena kita masih memerlukan aktor yang punya passion dan network untuk melakukan komunikasi politik terhadap ormas Islam dan pesantren," kata Eko.

Ngabalin juga memiliki tugas khusus yakni meredam radikalisme. "Saya kira pak Ngabalin dikenal sebagai salah satu tokoh mubalig. Seorang muda yang beberapa kali mewakili konferensi internasional tentang terorisme. Kemarin dia baru saja pulang dari Amerika diundang untuk jadi narasumber untuk tema radikalisme," ujarnya.

Baca: Ngabalin untuk Perkuat Fungsi Komunikasi Politik KSP

Ngabalin menjelaskan motivasinya masuk ke lingkar dalam Istana hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

"Anda harus redam seluruh kebencian, itu pikiran saya. Karena itu saya mau datang ke sini," ujarnya mengomentari posisi dia sebelumnya yang pernah berseberangan dengan pemerintah, khususnya Presiden Jokowi.

Untuk menyelesaikan segala persoalan di masyarakat, ia mengimbau dan mengajak semua pihak memberikan dukungan penuh kepada pemerintah.

Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi tenaga ahli utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi di Kantor Staf Presiden (KSP) pada 23 Mei 2018. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pengangkatan Ngabalin guna membantu KSP melakukan fungsi komunikasi politik kepada publik

"Dia adalah politikus senior yang berpengalaman dan punya jaringan. Tugasnya adalah tenaga ahli utama, bukan sebagai juru bicara Presiden atau staf khusus Presiden," kata Moeldoko.

Video: Ini Alasan Ali Mochtar Bersedia Jadi Stafsus Jokowi




(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id