Tjahjo: Tak Ada Barter Politik dari Perindo ke Jokowi

Whisnu Mardiansyah 03 Agustus 2017 16:06 WIB
pilpres 2019
Tjahjo: Tak Ada Barter Politik dari Perindo ke Jokowi
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Foto: Metrotvnews.com/Surya
medcom.id, Jakarta: Dukungan Partai Perindo kepada Jokowi untuk mencalonkan kembali sebagai presiden dianggap sebagai upaya barter politik. Namun, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membantah anggapan itu.

"Enggak ada (barter politik)," kata Tjahjo dalam sebuah acara di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis 3 Agustus 2017.

Meski begitu, Tjahjo tak membantah ada pertemuan antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Pertemuan disebut berlangsung pada 1 Agustus. Namun, Tjahjo tak menyebutkan di mana pertemuan itu berlangsung.


"Ya, rahasia dong. Saya hanya diundang dan makan bersama," ujar Tjahjo.

Baca: Hanura Sambut Baik Dukungan Perindo ke Jokowi

Tjahjo menilai dukungan Hary kepada Presiden Joko Widodo sebagai langkah awal membangun komunikasi antara pemerintah dengan Perindo. Dukungan Perindo, kata Tjahjo, bukti bahwa parpol sudah objektif menilai kinerja Jokowi.

"Secara prinsip sebuah parpol harus melihat secara objektif apa yang dilakukan Pak Jokowi untuk kepentingan masyarakat secara luas," kata dia.

Partai Perindo tiba-tiba berubah haluan. Hary Tanoe menyatakan Perindo akan mendukung Jokowi pada pilpres 2019. Pernyataan itu dilontarkan Hary seusai acara Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif Koran Sindo 2017 di Hotel Westin, Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017.

Baca: Taufiqulhadi Heran atas Sikap Perindo

Tak pelak, keputusan ini mengundang tanya pendukung dari partai koalisi. Anggota Dewan Pakar NasDem Taufiiqulhadi heran atas langkah Partai Perindo. Apalagi sebelumnya sikap Perindo selalu berlawanan dengan kebijakan Jokowi.

"Kok cepat sekali berbalik? Tidak ada angin, tidak ada hujan, kok berbalik? Seperti angkot yang kekurangan penumpang ya. Tiba-tiba berbalik saja dan akhirnya dia bolak-balik di jalan itu enggak tahu ke mana jalan," kata Taufiq seperti dilansir Media Indonesia, Kamis 3 Agustus 2017.



(UWA)