Pengamat terorisme Ridwan Habib dalam acara Chrosscheck by Medcom.id dengan tema Listyo, Kapolri Non Muslim Pemersatu Ulama, Minggu, 24 Januari 2021.
Pengamat terorisme Ridwan Habib dalam acara Chrosscheck by Medcom.id dengan tema Listyo, Kapolri Non Muslim Pemersatu Ulama, Minggu, 24 Januari 2021.

Listyo Sigit Diyakini Jadi Kapolri Pemersatu Ulama Muslim

Nasional polri kapolri Calon Kapolri Crosscheck
Candra Yuri Nuralam • 24 Januari 2021 12:46
Jakarta: Kapolri terpilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo diyakini bisa menyatukan ulama muslim di Indonesia. Apalagi, Listyo pernah memiliki rekam jejak menyatukan ulama Banten saat menjabat sebagai Kapolda.
 
"Beliau (Listyo) justru bisa membuat kompak ulama-ulama di Banten, yang Kapolda sebelumnya yang muslim malah gagal. Beliau yang Kristen tapi malah bisa," kata pengamat terorisme Ridwan Habib dalam acara Chrosscheck by Medcom.id dengan tema Listyo, Kapolri Non Muslim Pemersatu Ulama, Minggu, 24 Januari 2021.
 
Ridwan mengatakan Listyo mempunyai ciri khas tersendiri yang diyakini bisa menyatukan umat. Kepemimpinannya diharap membawa kedamaian dari pergesekan ulama di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya ini menjadi nilai lebih, seseorang yang beragama Kristiani bisa menyatukan ulama Islam yang gerakannya itu macam-macam," ujar Ridwan.
 
Ridwan menilai penyatuan ulama tidak mudah. Listyo diharap bisa memutar otak mulai dari sekarang untuk menjalin komunikasi dengan beragam kelompok agama yang ada.
 
Baca: Andil Komjen Listyo Membangun Pesantren Tebuireng 08 Banten
 
Sebelumnya, Listyo berjanji tidak akan sembarangan melakukan tindakan hukum. Listyo menyoroti pendekatan kepolisian dalam upaya penegakan hukum di masyarakat yang perlu dibenahi.
 
"Kita tidak hanya bisa mengedepankan penggelaran kekuatan, tetapi juga perlu mengedepankan pendekatan soft approach (pendekatan lembut)," kata Listyo saat memaparkan program kerja saat menjadi Kapolri, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Listyo mengatakan Korps Bhayangka di bawah kepemimpinannya akan mengedepankan strategi mengayomi dan humanis dalam mengawal hukum di masyarakat. Pendekatan penegakan hukum menjadi upaya terakhir.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif