Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pencopotan 2 Kapolda Sinyal Keras untuk Penegakan Protokol Kesehatan

Nasional polri Virus Korona protokol kesehatan
Kautsar Widya Prabowo • 17 November 2020 01:41
Jakarta: Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengatakan pencopotan dua kapolda menjadi sinyal keras bagi polisi untuk menegakkan protokol kesehatan secara disiplin. Pencopotan ini tak lepas dari kegiatan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang mengundang keramaian.
 
"Polri harus memastikan untuk tegakkan hukum tanpa pandang bulu," ujar Herman di Jakarta, Senin, 16 November 2020.
 
Politikus PDI Perjuangan itu mengapreasi langkah tegas Kapolri Jenderal Idham Azis kepada anak buahnya. Ke depan, setiap hukuman dan penghargaaan dapat diberikan sesuai dengan kinerja jajaran Korps Bhayangkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan ada kesan tebang pilih," tutur dia.
 
Baca: Denda Rp50 Juta Rizieq Tak Sebanding dengan Biaya Pengobatan 1 Pasien
 
Herman berharap polisi dapat memberikan hukuman pidana bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Dengan begitu, tidak ada lagi masyarakat yang menyepelekan salah satu upaya pencegahan virus korona (covid-19) itu.
 
Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Nana Sudjana dari jabatannya. Nana diduga melanggar perintah penegakan aturan protokol kesehatan pencegahan covid-19.
 
Selain Nana, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Sufahriadi ikut dicopot. Ia diduga melakukan tindakan serupa, tidak dapat menegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya.
 
Penerapan protokol kesehatan disorot pubik saat penyambutan kepulangan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, hingga menyebabkan akses jalan tol tersendat. Penyambutan berlanjut hingga Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.
 
Rizieq juga mengikuti maulid Nabi Muhammad SAW di Kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur; serta Tebet, Jakarta Timur. Selain itu, dia mengikuti salat Jumat di Megamendung Puncak, Bogor, Jawa Barat, dan menggelar pesta pernikahan putrinya di Petamburan. Acara-acara ini menyebabkan kerumunan massa.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif