PR Moeldoko Jika Jadi Cawapres Jokowi
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) di sela kunjungannya ke Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 25 April 2018.. Foto: Medcom/Andi Aan
Jakarta: Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi salah satu kandidat yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sejumlah pengamat melihat Moeldoko bisa membantu Jokowi menciptakan stabilitas nasional jika dipercaya menjadi calon wakil presien (cawapres).

"Pak Moeldoko mempunyai akseptabilitas yang tinggi lantaran berasal dari kalangan militer dan berpengalaman dalam pemerintahan. Latar belakang itu bisa membantu Jokowi mewujudkan stabilitas sosial yang saat ini menjadi isu penting," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Ade Reza Haryadi, di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Keunggulan itu, menurut dia, bisa menjadi menjadi modal politik Moeldoko jika menjadi calon wakil presiden bagi Jokowi. Persoalannya, dia menjelaskan, Moeldoko tidak punya kendaraan politik sehingga peluangnya akan sangat bergantung pada konsensus partai-partai koalisi pendukung Jokowi. 


"Latar belakang Moeldoko akan sulit diharapkan untuk mengimbangi visi jokowi mengakselerasi pembangunan, terutama sektor ekonomi," kata Ade Reza.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan tidak penting kursi seorang wakil presiden dijabat oleh seorang ekonom.
 
“Kepala pemerintahan itu kan multisektor, menangani bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga yang lainnya. Nah, sistem di Indonesia kan paket presiden dan wakil, sehingga dibutuhkan sosok yang bisa mengatur pemerintahan dan negara,” ujar Enny.
 
Enny menilai seorang wapres tidak perlu paham yang sifatnya teknis. “Yang penting harus kuat leadership-nya, integritasnya kuat. Kecakapan di bidang ekonomi perlu, tapi tidak perlu teknis,” tuturnya. 

Ia melanjutkan, dengan sistem parlementer, posisi wapres sebaiknya juga bisa diterima oleh DPR. Sehingga, tidak banyak mengganggu kebijakan politik di bidang ekonomi. “Kalau kita lihat saat ini kan wapres juga berasal dari pengusaha (Jusuf Kalla), ternyata tidak bisa berbuat banyak dalam menyelesaikan masalah ekonomi,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menilai Moeldoko bisa saja memberikan nilai plus bagi Jokowi apabila ditunjuk sebagai cawapres.

"Jika Moeldoko mendapatkan dukungan dari kalangan ulama dan umat Islam tentu memiliki skor plus," ujar Karyono.

Dia menjelaskan secara umum salah satu isu yang kerap dipertimbangkan dalam menentukan cawapres adalah isu Islam, sipil, serta militer.

Menurut dia, meskipun Moeldoko tokoh berlatar belakang militer, namun peluangnya setara dengan tokoh berlatar belakang Islam seperti Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Tuan Guru Bajang, dan lain-lain.

Oleh karena itu, Karyono berpendapat, jika Moeldoko mendapatkan dukungan dari kalangan ulama dan umat Islam, mantan panglima TNI itu akan sekaligus memberikan nilai tambah bagi Jokowi dalam pilpres. 

"Maka pekerjaan rumah Moeldoko adalah membangun kedekatan dengan ulama," kata dia.






(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id