Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Upaya Menekan Penularan Omicron Mengacu pada Anjuran WHO

Nasional WHO covid-19 pandemi covid-19 Omicron Varian Omicron
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Desember 2021 09:36
Jakarta: Pemerintah berupaya menekan penularan varian Omicron di tingkat komunitas. Upaya itu mengacu pada anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
“Mitigasi yang dilakukan sesuai anjuran WHO dengan empat upaya,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Desember 2021.

Cara mencegah varian Omicron ala WHO:

  1. Mengoordinasikan alur kedatangan internasional
  2. Melakukan surveilans dan penanganan kasus
  3. Mengomunikasikan risiko covid-19 dari pelaku perjalanan
  4. Mempersiapkan kapasitas pintu kedatangan

Wiku mengatakan upaya pertama, yakni mengoordinasikan alur kedatangan internasional. Pemerintah rutin menggelar rapat koordinasi dan evaluasi seluruh elemen yang terlibat baik penanggung jawab maupun petugas teknis.
 
“Di antaranya BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), TNI, Polri, Satgas Covid-19, dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),” jelas Wiku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya kedua ialah melakukan surveilans dan penanganan kasus. Hal tersebut dilakukan melalui pemeriksaan reagen S-gene target failure (SGTF) dan whole genome sequencing (WGS).
 
Baca: 3 Lokasi Siap Disulap Jadi Fasilitas Karantina Tambahan
 
“Tujuannya skrining kasus Omicron dan mengisolasi  pelaku perjalanan internasional di Wisma Atlet dan rumah susun sampai 23 Desember 2021,” papar Wiku.
 
Dia menyebut upaya ketiga yakni komunikasi risiko covid-19. Informasi seputar kedatangan pelaku perjalanan internasional dapat diakses melalui berbagai situs dan media sosial milik pemerintah.
 
“Upaya keempat ialah mempersiapkan kapasitas pintu kedatangan,” tutur dia.
 
Wiku menyebut persiapan itu seperti penegakan disiplin protokol kesehatan di sekitar dan luar pintu kedatangan. Kemudian, melakukan skrining kesehatan di awal.
 
“Termasuk dekontaminasi barang bawaan pelaku perjalanan berupa bagasi, cargo, peti kemas, alat angkut barang dan paket pos,” ucap dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif