NEWSTICKER
Arsul Sani. MI/Rommy Pujianto.
Arsul Sani. MI/Rommy Pujianto.

Rapid Test Hanya untuk Legislator Kurang Sehat

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 24 Maret 2020 14:45
Jakarta: Wakil Ketua MPR Arsul Sani menilai publik salah paham pada informasi sekretariat DPR ihwal tes cepat (rapid test) virus korona (covid-19) untuk anggota DPR. Sepengetahuannya, tes diprioritaskan bagi anggota DPR yang kurang sehat.
 
"Merasa ada gejala yang tidak biasa pada tubuhnya. (Waktunya) dilaksanakan bersama dengan pelaksanaan rapid test untuk warga masyarakat oleh pemerintah," ujar Arsul kepada Medcom.id, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Sebanyak 40 ribu alat rapid test yang diperoleh dewan dari Tiongkok dibeli patungan menggunakan dana pribadi. Sekitar 30 ribu alat tes disumbangkan untuk rumah sakit, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini tidak pakai dana APBN atau anggaran negara DPR ya. Jadi DPR bukan hanya mau pentingkan anggotanya sendiri," tuturnya.
 
<i>Rapid Test</i> Hanya untuk Legislator Kurang Sehat
Grafis Medcom.id
 
Baca: Prioritas Penggunaan 100 Ribu Alat Rapid Test DKI
 
Sekretaris Jenderal PPP itu meminta anggota dewan tak diistimewakan untuk tes uji korona. Semua pihak terkait yang berada di dalam kompleks DPR diperkenankan menjalani tes.
 
"PPP hanya ingin menekankan, anggota DPR dan semua yang ada di DPR termasuk rekan-rekan media, pedagang di Pujasera DPR diberi kesempatan yang sama untuk tes," jelasnya.
 
Arsul berharap Sekretariat Jenderal DPR memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait rapid test virus korona untuk DPR. Dia tidak ingin polemik muncul karena kesalahpahaman.
 
"Yang disampaikan oleh Sekjen enggak begitu, maka jadi ramai. Karena itu Kesekjenan DPR harus menjelaskan," ucap dia.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif