Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Kemanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Foto: Medcom.id
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Kemanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Foto: Medcom.id

Mahfud Anggap Biasa Pro-Kontra Prabowo Jadi Menhan

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Faisal Abdalla • 25 Oktober 2019 14:04
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Kemanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai wajar ada pihak yang tak puas dengan keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Prabowo Subianto. Keputusan pengangkatan menteri pertahanan pasti menuai pro dan kontra.
 
"Semua menteri pasti ada yang dukung dan nolak," kata Mahfud di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Mahfud menyebut penolakan keputusan presiden mengangkat seorang menteri tak cuma menimpa Prabowo. Sejumlah menteri lain juga mengalami hal yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan penolakan pengangkatan Fachrul Razi sebagai menteri agama dan pengangkatan Erick Thohir sebagai menteri BUMN. Keputusan presiden mengangkat eks CEO Go-Jek Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan, kebudayaan dan pendidikan tinggi juga tak luput dikritik sejumlah pihak.
 
Mahfud yakin sebagaian besar masyarakat menyambut baik komposisi Kabinet Indonesia Maju. Dia tak mau ambil pusing opini-opini sebagian orang yang menolak.
 
"Manusia punya kelebihan masing-masing, punya sisi positif dan negatif. Saya tak terlalu mengagendakan orang yang menolak. Silakan saja bangun opini, yang lain juga membangun opini, kalau pemerintah silakan saja, mau nolak dan mendukung, tapi intinya presiden sudah mengangkat," ujarnya.
 
Mahfud berharap penolakan itu tak membuat menteri jadi 'minder'. Para menteri tetap harus bekerja maksimal mengemban amanah mengeksekusi visi-misi presiden dan wakil presiden.
 
"Tak usah berpikir kalau ada yang nolak lalu merasa harus mundur dan bekerja tidak efektif. Tak boleh," ujarnya.
 
Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menunjuk 34 menteri Kabinet Indonesia Maju. Salah satu yang menjadi sorotan ialah bergabungnya Prabowo Subianto ke kabinet.
 
Sejumlah aktivis dan lembaga swadaya masyarakat mengkritisi keputusan Jokowi. Rekam jejak Prabowo terkait dugaan pelanggaran HAM masa lalu jadi sorotan.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif