Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Jokowi Harus Tagih Tito Karnavian Bereskan Kasus Novel

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf novel baswedan
Kautsar Widya Prabowo • 23 Oktober 2019 06:42
Jakarta: Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris
menyebut Presiden Joko Widodo perlu menagih penyelesaian kasus Novel Baswedan pada eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ini, sebelum Tito dilantik sebagai menteri Kabinet Kerja jilid II.
 
"Mestinya presiden nagih dulu kepada Pak Tito sebab Jokowi tiga bulan yang lalu menungaskan menangkap penyerang Novel. Utang Pak Tito harusnya ditagih dulu," ujar Syamsuddin dalam diskusi Mencermati Kabinet Jokowi Jilid II, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Oktober 2019.
 
Syamsuddin menduga balas jasa menjadi latar belakang Presiden Jokowi menarik Tito ke kabinet. Mantan Kapolda Metro Jaya itu dinilai berjasa memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pak Tito ikut memenangkan (Jokowi-Ma'ruf) melalui jajaranya," tutur dia.
 
Dia percaya sepeninggal Tito, Korps Bhayangkara tidak kendor menangkal aksi-aksi terorisme. Syamsuddin yakin, Jokowi sudah menyiapkan pengganti yang baik.
 
"(Presiden) sudah menyiapakan pengganti yang memiliki komitmen memberantas teroris, dalam hal itu jajaran polsi dapat dipercaya walaupun tidak dimpimpin Pak Tito," kata dia.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut kasus penyiraman air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tito harus mengungkap tuntas kasus dalam tiga bulan.
 
"Saya sampaikan, tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan yang kemarin disampaikan. Kita harapkan dengan temuan-temuan yang ada saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.
 
Teror pada Novel tak kunjung benderang meski kasusnya berjalan dua tahun lebih. Awal 2019, Kapolri membentuk TPF buat mengusut kasus tersebut. Sayangnya, setelah enam bulan bertugas, temuan TPF bentukan Kapolri tak cukup mengungkap pelaku dan dalang kasus penyiraman air keras pada penyidik KPK itu.
 
Jokowi memberikan tugas khusus pada Tito dalam Kabinet Kerja jilid II. Tito dipanggil Jokowi pada Senin, 21 Oktober 2019.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif