Presiden Joko Widodo memberi arahan dalam penutupan Rakornas Kadin 2017, Jakarta, Selasa (3/10) (Foto: Antara/Rossa Panggabean)
Presiden Joko Widodo memberi arahan dalam penutupan Rakornas Kadin 2017, Jakarta, Selasa (3/10) (Foto: Antara/Rossa Panggabean)

Jokowi: Jangan Takuti Presiden dengan Isu Teroris

Nasional teroris presiden jokowi
Desi Angriani • 04 Oktober 2017 06:16
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengungkap sejumlah kendala dalam mengeluarkan kebijakan bebas visa saat menutup Rapat Koordinasi Nasional Kadin 2017. Di hadapan ratusan pelaku usaha se-Indonesia, Jokowi mengaku ditakut-takuti dengan kemungkinan masuknya teroris akibat penambahan jumlah negara dalam daftar bebas visa.
 
"Karena takut teroris, alasannya ada saja kadang kita mau buka nakut-nakutin presiden. Saya ini nggak punya takut, kalau negara orang buka, ya kita harus buka," ucapnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa malam 3 Oktober 2017.
 
Namun Presiden kukuh menerbitkan kebijakan bebas visa bagi 169 negara yang kemudian direvisi menjadi 140 negara. Kebijakan tersebut terbukti mendongkrak jumlah wisatawan manncanegara ke Indonesia yang naik 36,11 persen atau 1,40 juta kunjungan pada Agustus 2017. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,03 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana mau bersaing? Singapura saja 170 negara bebas visa. Saya perintahkan, udah ini buka semuanya ini buka. Ini akan kelihatan nanti, saudara-saudara akan lihat pada 2019 ada di angka berapa kita dari 7 juta per tahun akan meloncat ke berapa," tutur dia.
 
Jokowi berkelakar bahwa teroris bukanlah alasan untuk menghambat kebijakan tersebut. Pasalnya selama ini Indonesia kerap mendapat ancaman teroris justru dari jaringan dalam negeri.
 
"Orang negara lain dibuka kok kita nggak buka. Katanya ada teroris, kan terorisnya dari kita," kata Presiden disambut tawa.
 
Selain itu, Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dibandingkan negara tetangga. Namun, tata kelola yang tidak maksimal membuat potensi pariwisata Tanah Air kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand dengan jumlah wisman mencapai 30 juta setiap tahunnya.
 
"Padahal Thailand 30 juta, Malaysia 24 juta, produk kita 10 kali yang mereka punya, mungkin 15 kali dari yang mereka punya. Thailand terus berkembang, malaysia, singapura terus berkembang," pungkas mantan Wali Kota Solo itu.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif