Perludem Kecewa Keterlibatan Perempuan di KPU Provinsi Minim

Sunnaholomi Halakrispen 27 April 2018 18:22 WIB
kpupilpres 2019
Perludem Kecewa Keterlibatan Perempuan di KPU Provinsi Minim
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini - MI/Susanto.
Jakarta: Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyayangkan minimnya jumlah calon anggota KPU provinsi yang dipilih oleh tim seleksi (timsel). Terhitung, hanya 17,44 persen perempuan yang lolos ke tahap fit and proper test calon anggota KPU provinsi periode 2018-2023. 

"Sangat disayangkan hanya sedikit perempuan yang dipilih timsel. Dari 172 calon di 16 provinsi hanya ada 30 perempuan," ujar Titi dalam diskusi Rekrutmen Penyelenggara Pemilu dan Komitmen Afirmasi Perempuan, di Kantor KPU Pusat, Jumat, 27 April 2018.

Sementara, lanjut Titi, 142 laki-laki terpilih sebagai calon anggota KPU provinsi atau sebanyak 82,56 persen dari total calon. Kondisi sedikitnya perempuan yang terpilih juga terjadi pada proses seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) provinsi.


"Hanya ada 14 perempuan terpilih dari total 75 orang terpilih di 25 provinsi," tutur dia. 

(Baca juga: Pansus Soroti Keterwakilan Perempuan di Parlemen)

Pada proses penyeleksian, terdapat 23 perempuan yang dipilih timsel untuk mengikuti fit and proper test. Sayangnya, 11 provinsi sama sekali tidak memilih perempuan sebagai calon anggota bawaslu.

Ketua Umum Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Dwi Septiawati menyebut pelibatan perempuan menjadi anggota KPU provinsi sangat penting. Sebab, akan memudahkan komunikasi terhadap calon legislatif (caleg) perempuan.

"Kalau penyelenggara pemilu banyak perempuan atau afirmasi perempuan bisa diakomodir saya pikir lebih mudah bagi perempuan caleg untuk lakukan proses komunikasi lalu dapatkan akses, dan sebagainya. Kita bicara soal kultur perempuan yang ada kenyamanan psikologis ketika koordinasi dengan perempuan" tukas dia. 

(Baca juga: Perempuan Kurang Mendapat Kepercayaan Politik)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id