Nasir Djamil Tak Sepakat PKS Usung Anies-AHY
Politikus PKS Nasir Djamil. MI/Susanto.
Jakarta: Pernyataan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera ingin menduetkan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres 2019 tidak mewakili suara partai. PKS masih mengupayakan kader internal maju di peta kontestasi Pilpres 2019. 

"Itu kan pendapat pribadi. Di satu sisi itu hak beliau menyampaikan itu tapi di sisi lain saya sebagai kader PKS juga menyayangkan kenapa ada barang (calon) sendiri lalu kita jual barang orang," kata politisi PKS Nasir Djamil di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 4 Juli 2018. 

Menurut Nasir, usulan tersebut tak mewakili suara akar rumput kader PKS. Internal partai masih berupaya mendorong sembilan kader yang telah dirilis resmi bisa maju di 2019.  
 
"Walaupun itu pendapat personal tapi sedikit banyaknya mempengaruhi kader-kader di bawah, melihat seolah-olah ini enggak ada kepercayaan untuk mengusung calon yang sudah kita launching itu," jelas Nasir. 


Pria yang juga anggota komisi III DPR RI itu meminta DPP PKS semestinya terus memperjuangkan sembilan nama bakal capres dan cawapres bisa maju. Kader-kader yang dimilki internal partai tak kalah mumpuni dengan nama-nama yang beredar seperti Anies dan AHY.

"Ada yang dukung Aher, Anis Matta. Jadi sebaiknya sembilan nama ini yang harus difokuskan, dibicarakan diberitahukan ke publik," jelasnya.




(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id