Rizal Ramli. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Rizal Ramli. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

Pengamat: Pernyataan Rizal Ramli di Luar Batas

Nasional partai nasdem
16 September 2018 20:23
Jakarta: Gaya komunikasi mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli dikritisi. Gaya ceplas-ceplosnya disebut bisa menimbulkan fitnah dan merugikan seseorang.

Salah satu yang menjadi sasaran adalah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Aktivis dan pengamat politik Ray Rangkuti memperkirakan pernyataan Rizal yang asal menuduh kedua tokoh itu bertujuan memancing atau menarik perhatian masyarakat. 

Namun, jika hal itu tidak dibuktikan dengan fakta dan data, maka bisa menyisakan fitnah. "Saya bersepakat itu di luar batas. Tetapi, apakah itu fitnah? Rizal Ramli tinggal dijelaskan saja, benar apa tidak," kata Ray, Sabtu, 16 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menurutnya, Rizal perlu mengklarifikasi tuduhannya itu agar masyarakat tidak kebingungan. Dia juga mengimbau Rizal untuk mengedepankan bukti setiap memberikan pernyataan.  "Paling tepat mengukur adalah apakah pernyataan itu mengandung kebohongan. Itu bisa dilacak," kata Ray.

Baca: Ucapan Rizal Ramli Disebut Fitnah

Rizal Ramli mengeluarkan pernyataan tentang impor garam dan gula yang berlebih dari kuota seharusnya. Ia menyebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai biang kerok masalah ini.
 
Tapi, kata Rizal, Presiden Jokowi tak berani menegur Enggar yang berasal dari Partai NasDem. Alasannya, Jokowi takut dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Ketua Bappilu Partai NasDem Effendy Choirie menyebut kritik terhadap pemerintah biasa dalam negara penganut sistem demokrasi. Namun, bukan dengan menyebar fitnah. Menurut dia, ucapan Rizal yang menyudutkan ketua umum Partai NasDem tidak berdasarkan fakta.
 
"Karena apa yang disampaikan berbau fitnah, tidak ada bukti, tidak ada fakta," kata Gus Choi, sapaannya, di Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa, 11 September 2018.
 



(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi