BNPT dan MUI Diminta Sikapi Temuan Masjid Terindikasi Radikalisme

Antara 10 Juli 2018 17:52 WIB
radikalisme
BNPT dan MUI Diminta Sikapi Temuan Masjid Terindikasi Radikalisme
Ketua DPR Bambang Soesatyo--Antara/Wahyu Putro
Jakarta: Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta menyikapi temuan dugaan 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan yang terindikasi disusupi radikalisme. Hal tersebut agar tak menjadi polemik berkepanjangan.

"Harus ada klarifikasi soal temuan tersebut, jangan sampai menjadi polemik yang menimbulkan keresahan," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), di Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Bamsoet mengatakan hal itu menanggapi hasil survei yang dilakukan sebuah lembaga masyarakat Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). P3M menyebut ada sebanyak 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan terindikasi disusupi paham radikalisme.


Hasil survei itu, kata Bamsoet, menyebutkan survei dilakukan pada 100 masjid di lingkungan pemerintahan, baik kementerian, lembaga, maupun badan usaha milik negara (BUMN). Politikus Golkar ini menegaskan Komisi VIII DPR yang membidangi keagamaan agar menindaklanjuti temuan itu dengan melakukan rapat kerja bersama Menteri Agama. "Undang juga P3M untuk menjelaskan mengenai hasil surveinya," ujarnya.

Baca: Sejumlah Masjid Kementerian, Lembaga dan BUMN Terindikasi Radikal

Bamsoet juga meminta BNPT dan MUI mendalami temuan P3M untuk melakukan pencegahan. "Temuan P3M ini juga menjadi pengingat bagi BNPT,  kementerian, dan lembaga (KL), maupun BUMN untuk selalu mewaspadai radikalisme," ujarnya.

Menurut dia, peningkatan pengawasan terhadap radikalisme juga harus dibarengi dengan pendidikan tentang nasionalisme. "Saya meminta BNPT, BUMN, lembaga negara, dan seluruh kementerian di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan di dalam rumah ibadah di
lingkungannya dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme," terangnya.

Bamsoet juga meminta Kementerian Agama dapat memberikan pelatihan dan penyuluhan secara berkala kepada para tokoh agama dan ulama yang biasa menyampaikan ceramah keagamaan, agar materi ceramah yang disampaikan memupuk rasa damai dan kekeluargaan antarumat beragama.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id