Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Foto: MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Foto: MI/Ramdani

Jokowi Curhat Sulitnya Pilih 34 Menteri dari 300 Calon

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Medcom • 26 Oktober 2019 11:45
Jakarta: Presiden Joko Widodo blak-blakan soal sulitnya membentuk Kabinet Indonesia Maju untuk lima tahun ke depan. Menurut Jokowi, ia menerima 300 nama calon untuk menjadi menterinya.
 
"Ini pekerjaan yang sangat berat. Nama yang masuk lebih dari 300 orang. Padahal jumlah menteri cuma 34," kata Jokowi saat menghadiri pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila di The Sultan Hotel, Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019.
 
Menurut Jokowi, dalam menyeleksi para menteri ia harus melihat urusan-urusan yang berkaitan dengan daerah, suku, agama, partai politik, hingga sosok profesional. Menurut dia, semua proporsi harus betul-betul sesuai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Wali Kota Solo itu menyadari jika dalam penyusunan Kabinet Indonesia Maju, ada banyak pihak yang kecewa. Ia pun meminta semua pihak memahami hal tersebut.
 
"Yang kecewa berarti lebih dari 266 orang. Pasti kecewa. Artinya yang kecewa pasti lebih banyak dari yang senang," ungkap Jokowi.
 
Kepala Negara dalam kesempatan itu, di depan kader Pemuda Pancasila juga menyampaikan permohonan maaf karena tak dapat mengakomodir semua pihak. Namun begitu, menurut Jokowi, Pemuda Pancasila harus tetap bangga karena beberapa kadernya menempati posisi-posisi penting.
 
Sebut saja Bambang Soesatyo yang kini menjadi Ketua MPR dan La Nyalla Matalitti yang menempati posisi Ketua DPD. Selain itu, Jokowi juga mengangkat kader Pemuda Pancasila, Zainuddin Amali sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
 
"Ini yang patut kita syukuri. Itulah demokrasi, ada yang menang, dan kalah dalam pemilihan. Itulah meritokrasi, ada yang terpilih, ada yang tidak terpilih. Kan memang melalui sistem seleksi," tandasnya.
 
Jokowi sebelumnya telah melantik 34 menteri Kabinet Indonesia Maju dan empat pejabat setingkat menteri pada Rabu, 23 Oktober 2019. Dua hari berselang, Jokowi juga melantik 12 wakil menteri.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif