Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam wawancara khusus dengan Metro TV. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam wawancara khusus dengan Metro TV. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Surya Paloh: Jokowi Harus Berani Tidak Populer

Nasional presiden jokowi
Whisnu Mardiansyah • 10 Juli 2019 11:12
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan stabilitas nasional di bidang politik dan ekonomi tidak dibangun melalui kompromi hanya demi menyenangkan segelintir pihak. Presiden Joko Widodo harus berani mengambil kebijakan demi menjaga stabilitas ekonomi dan politik, meski tidak populer.
 
"Saya katakan pentingnya sekali untuk tidak populer artinya stabilitas tidak ada tawar-menawar baik stabilitas bidang politik ekonomi," tegas Surya dalam wawancara khusus dengan Metro TV, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Menurut dia, ada risiko yang harus dibayar negara apabila stabilitas politik dan ekonomi tidak mampu dipertahankan. Apa pun label yang disematkan kepada pemerintah, demi stabilitas ekonomi dan politik, NasDem selalu berada di belakang Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Stabilitas tidak mampu dijaga artinya apa ini, kehidupan bangsa ini tidak bisa terjaga pilihan mana yang mau kita ambil," tegas Surya.
 
Surya mewanti-wanti Jokowi jangan terjebak dalam pragmatisme politik hanya demi kepentingan popularitas sesaat. Ada pola pikir yang mesti diubah. Kebijakan tidak mesti menyenangkan semua pihak. Kelanjutan kehidupan bangsa dan negara wajib menjadi prioritas.
 
Baca: NasDem Ungkap Pertemuan Jokowi-Surya Paloh
 
"Yang paling hebat bisa populer dan bisa tidak populer. Tapi rasa-rasanya kalau aku tidak populer memberikan sesuatu yang berarti, pilihan itu lebih baik daripada populer untuk status quo apalagi setback ke belakang," jelas Surya.
 
Pola pikir pragmatis pun harus harus dienyahkan oleh partai politik (parpol). Peran parpol dalam keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara nomor satu, bukan justru memikirkan kepentingan kelompok demi jabatan di kekuasaan.
 
"Institusi partai-partai politik harus memberikan perhatian secara khusus, tidak hanya bicara yang cetek-cetek, yang pendek-pendek, pragmatis: gua dapat apa kalau gua enggak dukung. Mampus kita dengan pemikiran seperti ini," pungkas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif