Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang bersama Prabowo Subianto (kiri) dalam gerbong MRT menuju stasiun MRT Senayan, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang bersama Prabowo Subianto (kiri) dalam gerbong MRT menuju stasiun MRT Senayan, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Kesiapan Prabowo Bantu Pemerintahan Masih Multitafsir

Nasional koalisi partai pilpres 2019
Kautsar Widya Prabowo • 14 Juli 2019 15:22
Jakarta: Niat Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk membantu Presiden terpilih Joko Widodo dalam membangun Indonesia dianggap masih rancu. Dia tak tegas akan bersikap sebagai oposisi atau koalisi pemerintah.
 
"Istilah membantu itukan mulitafsir, membantu dalam arti misalnya Gerindra akan menjadi bagian pemerintah (atau sebaliknya)," kata pengamat politik Exposit Strategic Arif Susanto kepada Medcom.id, di Jakarta, Minggu, 14 Juli 2019.
 
Menurut dia, bukan tidak mungkin partai berlambang garuda itu akan berlabuh ke kubu koalisi. Hal ini mengingat pada Pemilihan Umum (Pemilu), 2009 Prabowo sempat berduet dengan Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Arif menilai oposisi juga dibutuhkan untuk jalannya pemerintahan yang lebih baik. Prabowo pun diharap bisa memperjelas posisinya dalam periode pemerintahan 2019-2024.
 
Prabowo dan Jokowi bertemu kembali setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Stasiun MRT Lebak Bulus, Sabtu, 13 Juli 2019. Prabowo manyatakan kesiapannya untuk membantu kinerja Jokowi untuk lima tahun ke depan.
 
"Menjadi presiden itu adalah mengabdi, jadi masalah yang beliau pikul itu besar. Kami siap membantu untuk kepentingan rakyat," ujar Prabowo.
 
Baca: Prabowo Dikabarkan Bakal Hadir di Pidato Jokowi
 
Namun, calon presiden (capres) yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga memberikan sinyal tetap berada di luar pemerintahan. Ia siap menjadi penyeimbang pemerintah atau oposisi .
 
"Oposisi juga siap, check and balance siap," tutur dia.
 
Menurut Prabowo, ada hal yang lebih penting ketimbang menjadi koalisi atau oposisi. Indonesia, kata dia, harus menjadi negara kuat dan kembali bersatu.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif