Ilustrasi. Petugas KPPS menjemput kotak suara dan bilik suara di Kelurahan Abadi Jaya, Depok, Jawa Barat. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Ilustrasi. Petugas KPPS menjemput kotak suara dan bilik suara di Kelurahan Abadi Jaya, Depok, Jawa Barat. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Kasus Wahyu Bakal Berimbas pada Pilkada 2020

Nasional kpu pilkada serentak
Sri Yanti Nainggolan • 11 Januari 2020 19:20
Jakarta: Manajer Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Muhammad Hanif menilai kasus suap yang melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan akan berpengaruh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Kepercayaan masyarakat bakal menurun.
 
"Karena semangat KPU menginginkan calon legislatif bebas korupsi, tapi ternyata penyelenggaranya terlibat korupsi," ujar Hanif dalam diskusi di Jakarta, Sabtu, 11 Januari 2020.
 
Selain degradasi kepercayaan, integritas penyelenggara pilkada pun akan sulit mendapat perhatian masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hanif, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa pengawasan tak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi juga pascapemilu. Pasalnya kasus Wahyu terjadi setelah pesta demokrasi terjadi, yakni pada 17 April 2019.
 
"Ini berdampak pada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum), catatan untuk mengawasi pascapemilu. Bahkan di Pilkada 2020 akan datang, memperketat pemantauan pada penyelenggara," tambah dia.
 
KPK menangkap tangan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif